Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Jenis Sampah yang Sering Muncul saat Lebaran, Yuk Kurangi!
ilustrasi amplop lebaran (pexels.com/Sara mazin)
  • Artikel menyoroti peningkatan sampah plastik dan kertas saat Lebaran akibat kebiasaan seperti berbagi hampers, amplop THR, serta penggunaan kemasan sekali pakai.
  • Disebutkan lima jenis sampah yang paling sering muncul, yaitu plastik kresek, amplop Lebaran, bungkus hampers, kemasan air minum, dan kartu ucapan.
  • Penulis mengajak pembaca untuk mulai mengurangi sampah dengan langkah sederhana seperti memakai wadah ulang pakai, tas belanja pribadi, serta memilih bahan ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Momen hari raya Idul Fitri memang selalu identik dengan kebersamaan dan kehangatan keluarga yang datang berkumpul di rumah. Tak hanya itu, kebiasaan berbagi hampers, memberi THR, sampai menjamu tamu, semuanya bisa membuat suasana Lebaran terasa lebih meriah.

Namun tanpa disadari, kegiatan tersebut bisa menghasilkan penumpukan sampah plastik dan kertas, lho. Tak hanya itu, jika tidak dikelola dengan baik, sampah-sampah ini juga bisa berdampak buruk pada lingkungan di sekitar. Dalam artikel ini akan dibagikan, 5 jenis sampah yang sering muncul saat Lebaran agar kita semua bisa mulai menguranginya dengan cara sederhana yaitu dari diri kita sendiri. Simak daftarnya di bawah ini, ya!

1. Plastik atau kresek sekali pakai

ilustrasi kresek sekali pakai (pexels.com/Julia M Cameron)

Salah satu jenis sampah yang sering muncul saat momen Lebaran adalah plastik atau kresek sekali pakai. Kantong plastik ini biasanya digunakan untuk membawa atau membungkus makanan, oleh-oleh, hingga kue lebaran. Karena sifatnya praktis dan murah, banyak orang langsung membuang kantong plastik ini begitu selesai digunakan.

Padahal sampah plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk bisa terurai di lingkungan. Untuk mengurangi pencemaran sampah plastik, kamu bisa mulai membawa tas belanja atau tote bag milikmu untuk membawa oleh-oleh. Jika ingin membungkus sisa makanan lebaran seperti opor atau rendang, kamu bisa memakai tepat makan pribadi yang sudah dipersiapkan sejak awal.

2. Amplop Lebaran

ilustrasi anak kecil membawa amplop lebaran (pexels.com/Mochi Mochi)

Hari raya Idul Fitri memang terasa kurang lengkap jika belum berbagi amplop lebaran kepada keponakan dan sanak saudara lainnya. Namun dibalik perasaan bahagia yang muncul saat membagikan amplop lebaran, ada juga rasa bersalah yang sering kali muncul.

Ini dikarenakan hampir semua amplop lebaran akan dibuang setelah diambil uangnya dan kebiasaan tersebut bisa memicu penambahan timbunan sampah kertas. Salah satu cara menguranginya adalah dengan memberikan THR secara digital melalui transfer atau diberikan secara langsung tanpa amplop, sehingga tradisi berbagi saat lebaran tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan.

3. Bungkus hampers atau parcel lebaran

ilustrasi hampers lebaran (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Selain kegiatan berbagai amplop Lebaran, tradisi membagikan hampers atau parcel juga bisa menjadi salah satu sumber peningkatan sampah plastik dan kertas di momen Lebaran. Hal ini dikarenakan banyak hampers atau parcel yang dikemas dan dihias menggunakan plastik, pita sintetis, bunga artifisial, hardbox, hingga kain tile yang hanya dipakai sekali.

Setelah isiannya diambil, sebagian besar kemasan atau printilan tersebut akan langsung dibuang dan lagi-lagi berakhir menjadi sampah. Agar momen Lebaran bebas nyampah, kamu bisa memilih bungkus hampers yang lebih ramah lingkungan dan bisa dipakai lagi seperti keranjang rotan, kain bekas layak pakai, wadah kaca, tote bag, kotak kayu, tali tami, dan bunga kering. Dengan cara ini, kemasan hampers tidak hanya cantik tetapi juga minim sampah.

4. Kemasan air minum

ilustrasi air minum kemasan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Saat momen lebaran tiba, banyak tamu dan keluarga akan datang bersilaturahmi ke rumah. Untuk menyambut kedatangan mereka, tuan rumah biasanya akan menyediakan minuman dalam botol atau gelas plastik sekali pakai karena dianggap lebih praktis dan tidak perlu mencuci bekas gelas yang digunakan.

Namun tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menambah jumlah sampah plastik setelah momen Lebaran usai. Untuk menguranginya, kamu bisa menyediakan dispender dengan galon air minum agar lebih hemat dan ramah lingkungan. Kemudian jangan lupa juga sediakan gelas atau cangkir untuk digunakan sebagai wadah saat tamu membutuhkan minum.

5. Kartu ucapan Lebaran

ilustrasi menulis kartu ucapan (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat membagikan hampers atau parcel lebaran, biasanya beberapa orang memakai kartu ucapan untuk menyampaikan pesan selamat dan do'a pada momen hari raya Idul Fitri. Kartu ini biasanya disertakan di dalam hampers atau terkadang juga bisa langsung diberikan kepada keluarga dan kerabat yang menerima hadiah tersebut.

Namun setelah dibaca isinya, banyak kartu ucapan akhirnya dibuang sehingga hal ini bisa menambah penumpukan sampah kertas. Agar lingkungan tetap terjaga, ucapan lebaran yang awalnya ditulis di kartu ucapan bisa dikatakan langsung kepada sang penerima saat mengantarkan hampers atau diucapkan melalui chat singkat kepada si penerima. Jika ingin tetap menggunakan kartu fisik, pilih kartu yang terbuat dari kertas daur ulang agar tetap ramah lingkungan.

Dengan mengetahui beberapa jenis sampah di atas, diharapkan kamu lebih bijak saat merayakan momen hari raya Idul Fitri. Langkah kecil seperti mengurangi plastik sekali pakai dan memilih alternatif ramah lingkungan dapat membantu menekan jumlah sampah dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team