M. Jibril Sobron, CEO Luar Sekolah. (Dok. Istimewa)
Sebagian besar orang pada umumnya, ketika sudah lulus, cari kerja kantoran, jadi karyawan, dan mengembangkan karier dari sana. Namun sepertinya, jalan hidup seperti ini bukan salah satu tujuan Jibril.
Setelah internship di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) sewaktu masih kuliah, orangtua Jibril menganjurkannya untuk berkarier pada perusahaan yang sudah secure tersebut. Namun, Jibril justru kekeh pada sentimen muslim yang ia percaya, bahwasanya ilmu yang bermanfaat bagi sesama akan menjadi modal pahala ketika di akhirat nanti.
"Jadi, ketika saya yakin saya mengajar teman-teman dari yang gak tahu menjadi tahu, kemudian orang itu mengajarkan lagi ke orang lain, ilmu itu bisa bermanfaat. Akhirnya, bukan cuman bisnis secara material, tapi secara pahala saya berkembang. Dari situ, saya tekad kuat kenapa tetap ingin membangun platform walaupun rugi, 'bakar uang', dan cari investor sana-sini," ujar pemuda kelahiran Purwakarta, 23 Januari 1996 ini.
Empat tahun sepertinya bukan waktu yang sebentar untuk bisa bertahan mengembangkan startup seperti Luar Sekolah. Ia dan tim pun pernah mengalami kendala ketika mencari investor. Namun, hal ini justru menjadi titik balik Jibril untuk fokus pada pilihan yang ia ambil.
"Saya belajar dari bukunya Angela Ducworth yang berjudul Grit. Dia bilang kalau misalnya kita melakukan sesuatu sesuai dengan passion kita, sesuai dengan way kita, maka kita bakal perseverance dengan lebih gigih dan kuat," tambahnya.