Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kalender Lebaran(pexels.com/Leeloo Thefirst)
ilustrasi kalender Lebaran(pexels.com/Leeloo Thefirst)

Intinya sih...

  • Lebaran versi Muhammadiyah jatuh pada 20 Maret 2026, berdasarkan Maklumat Nomor 02/MLM/I.0/E/2025.

  • Lebaran versi Pemerintah menunggu sidang isbat, pengamatan hilal pada 29 Ramadan menentukan tanggal pastinya.

  • Perbedaan metode penanggalan menyebabkan perbedaan waktu Lebaran di Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pertanyaan kapan Lebaran 2026 mulai banyak dicari masyarakat menjelang datangnya bulan Ramadan. Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen penting bagi umat muslim karena menandai berakhirnya bulan Ramadan.

Meski tanggal pasti Lebaran ditetapkan melalui sidang isbat, masyarakat biasanya sudah memperkirakan dari jauh-jauh hari kapan tanggal dan hari Lebaran. Lantas, kapan tanggal pasti Lebaran 2026? Simak penjelasannya

1. Lebaran versi Muhammadiyah

Jadwal puasa dan lebaran versi Muhammadiyah. (khgt.muhammadiyah.or.id)

Di Indonesia, penetapan awal puasa dan Lebaran terbagi menjadi dua versi, yaitu versi Muhammadiyah dan versi pemerintah yang mengikuti Nahdlatul Ulama (NU). Untuk versi Muhammadiyah, mereka telah menetapkan bahwa Lebaran 2026 jatuh pada hari Jumat, 20 Maret. Penetapan tanggal dan bulan ini berdasarkan Maklumat Nomor 02/MLM/I.0/E/2025 yang diterbitkan oleh mereka.

Keputusan mengenai Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran versi Muhammadiyah juga tercantum pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Pengumuman Lebaran ini mendahului penetapan dari pemerintah dan menjadi acuan final bagi warga persyarikatan.

2. Lebaran versi Pemerintah

Sidang isbat penentuan awal Ramadan di Kemenag. (Dok. Kemenag RI)

Untuk menjawab kapan Lebaran 2026 versi pemerintah, maka jawaban pastinya harus menunggu sidang isbat yang dilakukan oleh Kemenag. Hasil dari sidang isbat sendiri biasanya tergantung dari pengamatan hilal pada 29 Ramadan 1447 H. 

Pengamatan hilal pada 29 Ramadan nanti akan menjadi penentu tanggal pastinya Lebaran 2026. Jika hilal terlihat, maka dipastikan bahwa Lebaran jatuh pada 20 Maret 2026, sama seperti Muhammadiyah. Namun, jika hilal belum terlihat, maka Lebaran 2026 diundur satu hari dan dirayakan pada 21 Maret 2026.

3. Mengapa terjadi perbedaan tanggal Lebaran?

Ilustrasi pengamatan Rukyatul Hilal (IDN Times/Asrhrawi Muin)

Terjadinya perbedaan mengenai kapan Lebaran 2026 disebabkan oleh metode penanggalan yang digunakan masing-masing lembaga. Adapun penjelasan metodenya sebagai berikut:

  • Metode Rukyatul Hilal

Pemerintah dari tahun ke tahun melakukan penetapan awal puasa dan Lebaran dengan metode rukyatul hilal. Rukyatul hilal sendiri merupakan proses observasi bulan sabit muda (hilal) yang akan menandai awal bulan dalam kalender Hijriah. 

Keputusan mengenai awal bulan dalam Kalender Hijriah ditentukan oleh kenampakan hilal. Jika terlihat, maka ditetapkan bahwa esok harinya adalah bulan baru dalam kalender Hijriah.

  • Metode Hisab

Menurut laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), hisab merupakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan. Lembaga organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang menentukan awal puasa dan Lebaran dengan metode ini.

Perbedaan metode inilah yang kadang menyebabkan perbedaan waktu Lebaran di Indonesia. Namun, terkadang juga waktu pasti Lebaran versi pemerintah dan Muhammadiyah jatuh pada hari yang sama.

4. Perkiraan cuti bersama Lebaran 2026

ilustrasi lebaran (unsplash.com/Oktavia Ningrum)

Pada Lebaran 2026, masyarakat akan menikmati long weekend selama tujuh hari berturut-turut. Pasalnya, Hari Raya Nyepi juga akan jatuh tepat dua hari sebelum Lebaran tiba. Untuk memperjelas jadwal cuti dan long weekend, berikut ini rinciannya:

  • 18 Maret 2026: Cuti bersama Nyepi

  • 19 Maret 2026: Libur nasional Nyepi

  • 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri

  • 21 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri

  • 22 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri

  • 23 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri

  • 24 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri

5. Pentingnya mengetahui jadwal Lebaran

ilustrasi biaya mudik Lebaran (freepik.com/xb100)

Mengetahui jadwal Lebaran sejak jauh-jauh hari memiliki manfaat bagi masyarakat. Dengan mengetahui tanggal pasti jatuhnya Lebaran 2026, kamu dapat menyusun berbagai rencana pribadi maupun profesional.

Bagi kamu yang hendak mudik, memperkirakan jadwal cuti Lebaran dapat membantu persiapan berangkat lebih awal untuk menghindari lonjakan harga tiket. Sementara itu, pekerja dan pelaku usaha dapat mengatur cuti kerja, jadwal operasional, dan target bisnis.

Tak kalah penting, mengetahui perkiraan Lebaran juga penting untuk mengatur keuangan keluarga serta kebutuhan Idul Fitri. Dengan perencanaan yang matang, momen Lebaran dapat dijalani dengan tenang dan penuh kekhidmatan.

Dari penjelasan di atas, kapan Lebaran 2026 menunjukkan bahwa Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 20 Maret versi Muhammadiyah, dan tanggal pasti dari pemerintah perlu menunggu sidang isbat. Perbedaan penetapan Lebaran ini merupakan hal yang wajar karena terdapat perbedaan metode dalam penanggalan waktu. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah agar pelaksanaan Lebaran dapat berjalan serentak dan penuh makna


Editorial Team