Ilustrasi merayakan Imlek (pexels.com/Photo by HONG SON)
Cap Go Meh adalah salah satu perayaan penting dalam budaya Tionghoa. Perayaan ini menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Mengutip laman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Olivia, S.E., M.A., dosen Budaya China di UK Petra, menjelaskan perspektifnya mengenai makna Cap Go Meh itu sendiri.
“Cap Go Meh merupakan hari penutup perayaan musim semi atau Imlek yang dirayakan pada hari ke-15 bulan pertama kalender lunar Tionghoa. Disebut juga dengan Festival Lampion karena masyarakat membawa dan menggantung lampion dimana-mana,” jelas Olivia.
Di Indonesia, perayaan Cap Go Meh berkembang dengan sentuhan budaya setempat. Salah satu hasil perpaduan budaya yang paling dikenal adalah hadirnya hidangan Lontong Cap Go Meh. Sajian ini mirip dengan lontong sayur khas Jawa, namun dilengkapi bahan tambahan seperti rebung, taburan ebi, dan koya yang memberi cita rasa berbeda.
Selain kuliner, setiap daerah juga memiliki cara unik dalam merayakan Cap Go Meh. Salah satunya adalah Singkawang yang dikenal luas dengan atraksi Tatung, sebuah pertunjukan budaya yang menjadi daya tarik utama dan mencerminkan kekayaan tradisi lokal dalam perayaan tersebut.