Aku tak pernah menemukan cinta sebesar milikmu. Namun sejak kau pergi, tak pernah ku rasa lagi ada cinta dalam hidupku.
Di antara banyaknya bentuk cinta, milikmu yang paling tulus dan abadi, bu.
Aku tak pernah berhenti mencintaimu, bu. Bahkan, jika habis usiaku.
Ibu, temani ak ulebih lama, ya? Sebab tanpamu, aku tak sanggup melangkah lagi.
Ibu, terima kasih telah hadir di dunia ini. Tak sehari pun aku menyesal pernah terlahir menjadi anakmu.
Kata-kataku mungkin pernah melukaimu. Perbuatanku mungkin pernah menyakitimu. Namun, ibu tetap menyediakan pelukan yang hangat dan kasih sayang yang tak terhingga untukku.
Kenangan dan kasihmu adalah hadiah terbaik yang tuhan berikan untukku.
Ibu terima kasih telah mengorbankan seluruh hidupmu untuk membesarkanku.
Menjadi ibu adalah pengalaman pertamamu. Terima kasih untuk tidak pernah menyerah dalam mencintaiku.
Ibu, maaf jika ucapanku membuat air matamu jatuh padahal doamu mengiringi setiap langkah kehidupanku.
Ibu, di setiap keberhasilanku hari ini, selalu ada pengorbananmu yang tak pernah terlihat namun terasa.
Tak ada kata yang cukup untuk menggambarkan betapa besarnya cintamu, bahkan ketika aku sering lupa membalasnya.
Ibu, engkau mengajarkanku arti ketulusan tanpa pernah meminta imbalan apa pun dariku.
Aku tumbuh dari doa-doamu, meski sering kali aku berjalan tanpa menggenggam tanganmu.
Ibu, mungkin aku tak selalu menjadi anak yang kau impikan, namun cintamu tak pernah berubah sedikit pun.
Kasihmu mengalir tanpa syarat, bahkan ketika aku lebih sering mengecewakan daripada membahagiakanmu.
Ibu, setiap langkah hidupku adalah bukti bahwa cintamu tak pernah sia-sia.
Engkau menguatkanku diam-diam, saat aku sendiri tak percaya pada diriku sendiri.
Ibu, andai aku bisa mengulang waktu, aku ingin lebih sering mendengarkanmu dan lebih jarang membantahmu.
Terima kasih, bu, karena tetap mencintaiku bahkan saat aku belum pandai mencintai diriku sendiri.