Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kebiasaan Digital saat Puasa yang Perlu Dikurangi agar Lebih Fokus
ilustrasi hijabers memegang buku dan handphone (pexels.com/thirdman)

Puasa bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga tentang bagaimana kamu mengendalikan kebiasaan sehari-hari, termasuk urusan ponsel. Di Ramadan, gawai sering jadi teman setia saat kamu mengantuk, bosan, atau mulai kelelahan. Padahal, beberapa kebiasaan digital justru diam-diam menguras energi mentalmu.

Di era serba online, menjaga fokus saat puasa memang bukan hal mudah. Notifikasi dan scrolling tanpa sadar bikin pikiran sulit beristirahat. Supaya puasa lebih ringan dan bermakna, ada beberapa kebiasaan digital yang perlu kamu kurangi. Yuk, simak satu per satu!

1. Scrolling media sosial setelah sahur

ilustrasi muslimah menggunakan laptop sambil bersantai (pexels.com/cottonbro)

Buat kamu yang terbiasa scrolling media sosial setelah sahur sebelum tidur lagi, kebiasaan ini mungkin terasa sepele. Sayangnya, paparan layar di waktu tersebut membuat otak tetap aktif dan sulit masuk ke fase istirahat. Alhasil, tubuh kamu terasa lebih lelah dan konsentrasi sudah menurun sejak awal puasa.

Banyak orang mengira scrolling bisa bikin rileks, padahal efeknya justru sebaliknya. Pikiran kamu terus dipaksa memproses informasi baru tanpa jeda. Saat tubuh masih beradaptasi dengan puasa, kebiasaan ini membuat energi mental lebih cepat terkuras.

Scrolling menuntut usaha kognitif yang terus-menerus, termasuk pemrosesan informasi cepat, perpindahan fokus yang konstan, dan keterlibatan emosional,” kata Dr Barjis Sulthana, Psikiater di NMC Specialty Hospital, dikutip dari Gulf News.

2. Menggunakan ponsel sebelum tidur malam

ilustrasi seseorang menggunakan handphone (pexels.com/towfiqubarbhuiya)

Setelah tarawih, kamu mungkin menjadikan ponsel sebagai hiburan terakhir sebelum tidur. Meski kelihatannya santai, kebiasaan ini berdampak besar pada kualitas tidur selama Ramadan yang waktunya sudah terbatas. Tidur yang terganggu membuat tubuh dan pikiran kamu terasa lebih cepat lelah keesokan harinya.

Kurang tidur juga langsung memengaruhi fokus dan emosi saat puasa. Kamu jadi lebih mudah terdistraksi, sensitif, dan merasa lesu lebih lama. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa mengganggu ritme ibadah sekaligus produktivitas harianmu.

“Layar ponsel memancarkan cahaya biru yang memberi sinyal ke otak bahwa hari masih siang dan menurunkan produksi melatonin, hormon yang membantu seseorang tertidur,” kata Dr. Merin Eapen, seorang Spesialis Neurologi Anak dari Burjeel Medical City, dikutip dari Gulf News.

3. Membuka notifikasi tanpa kendali

ilustrasi muslimah menggunakan handphone (pexels.com/martproduction)

Notifikasi yang terus berbunyi membuat fokus mudah terpecah, bahkan saat sedang beribadah. Sekali membuka ponsel, waktu bisa habis tanpa terasa hanya untuk berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Lama-kelamaan, kebiasaan ini menggerus kemampuan konsentrasi.

Dr Merin juga menegaskan bahwa gangguan kecil bisa berdampak besar saat tubuh kamu sedang berpuasa. Notifikasi, pesan, atau getaran ponsel di malam hari dapat mengacaukan siklus tidur. Jika terus terjadi, otak kamu sulit benar-benar beristirahat dan siap menjalani puasa keesokan hari.

4. Mengandalkan ponsel untuk semua aktivitas ibadah

ilustrasi hijaber fokus bermain handphone (pexels.com/shvetsa)

Aplikasi ibadah memang memudahkan kamu, tapi juga membuka celah distraksi yang besar. Niat awal membaca Al-Qur’an bisa dengan cepat bergeser ke media sosial hanya karena satu notifikasi. Akibatnya, ibadah jadi terasa kurang fokus dan mudah terputus.

Mengurangi ketergantungan pada ponsel, misalnya dengan kembali memakai mushaf fisik atau buku doa cetak, bisa membantu kamu menjaga konsentrasi. Selain minim gangguan, cara ini juga memberi jeda bagi mata dan pikiran dari layar. Fokus pun lebih terjaga, apalagi saat energi tubuh sedang terbatas karena puasa.

5. Menjadikan ponsel sebagai hiburan utama saat lelah

ilustrasi hijabers memegang buku dan handphone (pexels.com/thirdman)

Saat tubuh kamu terasa lemas karena puasa, ponsel sering jadi solusi cepat untuk mengusir bosan. Padahal, konsumsi konten berlebihan justru menambah kelelahan mental dan bikin emosi lebih mudah naik turun. Tanpa sadar, rasa capek yang kamu rasakan malah jadi berlipat.

Dr Barjis Sulthana menjelaskan bahwa saat puasa, otak bekerja dengan sumber energi yang lebih terbatas. Ketika tuntutan mental dari layar terus dipaksakan, rasa lelah akan terasa jauh lebih berat. Karena itu, mengurangi waktu layar justru membantu kamu menjaga fokus dan kestabilan emosi sepanjang hari.

Mengurangi kebiasaan digital saat puasa bukan berarti kamu harus menjauh sepenuhnya dari teknologi. Ini adalah bentuk pengendalian diri agar energi mental bisa kamu gunakan untuk hal yang lebih bermakna. Saat fokus lebih terjaga, puasa pun terasa lebih ringan, tenang, dan berkualitas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team