Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Baby Boomers Suka Tanya Kapan Nikah? Termasuk saat Lebaran
ilustrasi baby boomers (pexels.com/Anna Shvets)
  • Pertanyaan “kapan nikah” dari baby boomers muncul karena pengalaman hidup mereka berbeda, di mana menikah muda dulu dianggap wajar dan menjadi bagian penting dari kedewasaan.
  • Bagi generasi lebih tua, keinginan melihat anak atau cucu menikah sebelum mereka tiada menjadi bentuk kasih sayang dan harapan sederhana untuk menyaksikan kebahagiaan keluarga.
  • Perbedaan pandangan antar generasi serta keterbatasan baby boomers mengikuti topik kekinian membuat isu pernikahan tetap jadi bahan obrolan utama saat kumpul keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi milenial dan generasi Z, kapan nikah sudah masuk daftar pertanyaan terlarang. Itu terasa sangat tidak etis untuk ditanyakan pada siapa pun. Sampai muncul banyak sekali status, konten, dan meme seputar rasa muak kalian terhadap pertanyaan kapan nikah.

Akan tetapi, pertanyaan tersebut rasanya bakal tetap menyapamu selama kamu masih berinteraksi dengan generasi baby boomers. Bisa orangtua, kakek, nenek, pakde, om, dan sebagainya. Tidak terkecuali ketika kumpul Lebaran nanti.

Sampai-sampai kamu sebenarnya agak malas ikut kumpul keluarga karena capek ditanya kapan nikah. Rasa kesalmu bisa dipahami. Namun, alangkah baiknya dirimu juga mau mencoba melihat dari perspektif mereka yang tak muda lagi. Kegemaran mereka tanya kapan nikah didorong oleh enam hal berikut.

1. Saat mereka seusiamu sudah menikah bahkan punya beberapa anak

ilustrasi bersama orangtua (pexels.com/cottonbro studio)

Setiap perkataan orang sebenarnya sedikit banyak menggambarkan pengalaman hidupnya. Termasuk pertanyaan baby boomers tentang kapan nikah. Mereka gak habis pikir dengan generasi sekarang yang betah melajang.

Sebab di zaman mereka dulu, umur 20 tahun bahkan lebih muda telah berumah tangga. Katakanlah usiamu 35 tahun dan masih single. Saat mereka seumur itu, mereka bahkan telah memiliki sekian anak.

Tidak mudah buat mereka membayangkan berada di posisimu saat ini. Apakah kamu benar-benar nyaman dengan kesendirianmu? Atau, sebetulnya dirimu tertekan dan ingin sekali segera punya pasangan? Bila dirimu beralasan nikah muda kurang bagus, mereka telah membuktikan semuanya baik-baik saja hingga sekarang.

2. Mereka berharap bisa melihatmu menikah sebelum tutup usia

ilustrasi bersama ibu (pexels.com/Elina Fairytale)

Generasi baby boomers jelas tak lagi muda. Tidak ada gunanya mereka iseng sama kamu dengan menanyakan kapan nikah. Itu pertanyaan yang amat serius bagi mereka.

Apa pun hubungan kekeluargaannya denganmu, mereka ingin sekali dapat menyaksikanmu duduk di pelaminan bersama orang yang tepat. Makanya, sering kali mereka menambahkan kalimat mumpung mereka masih sehat atau hidup. Mereka sebenarnya memendam kecemasannya sendiri.

Yaitu, khawatir mereka tidak sempat melihatmu menikah karena maut keburu menjemput. Dirimu yang kadung sebal barangkali berpikir soal kematian bukan urusanmu dan di luar kendalimu. Namun, begitulah besarnya rasa sayang mendorong orang ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri dirimu berbahagia bersama pasangan.

3. Soalnya kamu sudah dekat sekali dengan seseorang

ilustrasi kumpul keluarga (pexels.com/KoolShooters)

Tidak semua generasi baby boomers menanyakan kapan kamu nikah tanpa alasan yang kuat seperti poin 1 dan 2. Boleh jadi pertanyaan yang terdengar melanggar privasi tersebut dipicu oleh kedekatanmu dengan lawan jenis yang sudah amat jelas. Hubungan kalian telah bertahan bertahun-tahun.

Pikir mereka, seharusnya itu cukup buat alasan kalian menikah. Kamu mau menunggu apa lagi? Bahkan pacarmu sering ke rumah orangtuamu. Demikian pula dirimu sudah dikenal dengan baik oleh keluarganya.

Mereka barangkali gak akan menanyakan soal kapan nikah seandainya dirimu belum pernah membawa lawan jenis ke rumah. Mereka membacanya sebagai keinginanmu buat tetap sendiri dulu. Ini juga dapat menjadi pelajaran untukmu. Bila kamu dan pacar belum ada pandangan untuk menikah, tak usah bawa pacar ke rumah.

4. Atau, malah kamu gak pernah terlihat punya pacar

ilustrasi bersama ayah (pexels.com/Kampus Production)

Meski demikian, ada pula tipe baby boomers yang gak pandang bulu dalam bertanya. Kamu yang masih sangat menikmati kesendirianmu juga tak bebas dari pertanyaan kapan nikah. Dirimu yang ke mana-mana tanpa gandengan membuat mereka heran.

Masa orang seumurmu gak punya ketertarikan pada lawan jenis? Padahal, temanmu yang berbeda jenis kelamin juga banyak dan setahu mereka cukup menarik. Mereka menjadi bingung dengan arah hidupmu.

Akankah kamu selamanya melajang? Bila memang itu cita-citamu, kenapa? Kesendirianmu memang tak merugikan mereka. Namun, itu terasa sebagai anomali bagi mereka. Biasanya, orang seumurmu bahkan yang lebih muda lagi sudah punya gandengan.

5. Menilai kekurangan dalam hidupmu tinggal soal pasangan

ilustrasi kumpul keluarga (pexels.com/Maryia Plashchynskaya)

Barangkali ini terdengar sangat absurd buatmu. Menurutmu, kekurangan dalam hidupmu tentu banyak. Seperti secara karier, dirimu merasa belum maksimal. Artinya, dari segi pendapatan juga belum sesuai harapan.

Kekurangan dalam hal karakter juga pasti ada. Misalnya, kamu kadang kurang sabaran. Akan tetapi, kekurangan yang dimaksud generasi di atasmu bukan itu. Perhatian mereka terpusat pada ketiadaan pasangan.

Menurut mereka, pekerjaanmu sudah bagus. Pendapatan pasti layak untukmu membangun rumah tangga. Kamu juga pribadi yang baik. Secara fisik pun tidak buruk. Belum adanya pasangan saja yang bikin hidupmu seperti belum lengkap.

6. Sudah kurang memahami topik-topik kekinian yang lebih asyik

ilustrasi kumpul keluarga (pexels.com/RDNE Stock project)

Menjadi orang tua di tengah anak muda bukan hal mudah. Walaupun pengalaman hidup mereka segudang, banyak hal sudah berubah. Ada jarak tak kasatmata antara generasi baby boomers dengan milenial apalagi generasi Z.

Hanya baby boomers yang masih sangat aktif bekerja dan rutin berkomunikasi dengan generasi-generasi di bawahnya yang mengikuti topik terkini. Seperti apa yang sedang viral atau dibahas hangat di kalangan anak muda. Generasi senior yang begini tidak banyak.

Mayoritasnya makin kudet dan ini wajar. Ibaratnya, duniamu masih bergerak dengan sangat cepat. Sementara dunia mereka yang sudah sepuh cenderung stagnan. Akhirnya, perkataan mereka pun gak jauh-jauh dari isu pernikahan.

Ketika kamu sudah sebal dengan pertanyaan kapan nikah dari baby boomers, berdebat dengan mereka kurang efektif. Generasi X yang di bawahnya saja belum tentu dapat memahami keengganan milenilal dan generasi Z untuk berumah tangga. Jawaban-jawaban mengambang yang sejatinya gak menjawab apa pun malah lebih simpel.

Seperti, doakan saja atau semoga segera. Jawaban seperti di atas juga tak membuatmu terkesan gak sopan. Bonusnya, kamu lebih santai dan tidak lagi sesensitif dulu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team