Fase terakhir hidup Gohan bersama Jadee dan Pele jadi bagian yang paling bikin hati penonton hancur. Setelah menjalani hidup panjang dan berkali-kali kehilangan, Gohan akhirnya menua dan jatuh sakit, bahkan memiliki 'batas hidup'. Filmnya gak membuat momen ini terlalu dramatis, tapi justru terasa tenang dan menyakitkan.
"Bagi seorang pemilik, melihat hewan peliharaannya menua dan sakit adalah proses menghadapi anticipatory grief (kedukaan sebelum kehilangan). Kita tidak hanya menangisi apa yang ada di layar, tetapi juga sedang memproyeksikan ketakutan terdalam kita akan hari perpisahan dengan makhluk yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup kita sendiri," papar Dr. Jessica Thomas, Psikolog Klinis dalam esai akademisnya berjudul "When Is It Time? Understanding Disenfranchised Grief Associated with Pet Loss and Euthanasia".
Banyak orang takut menghadapi perpisahan dengan hewan peliharaan mereka sendiri, sehingga bagian ini terasa sangat personal. Kehadiran Jadee dan Pele yang tetap merawat Gohan sampai akhir, juga membuat hubungan mereka terasa tulus. Gohan seperti mengingatkan bahwa umur hewan memang singkat, tapi kasih sayang mereka bisa tinggal lama di hati manusia.
Jadi sekarang sudah paham kenapa Gohan bisa bikin nangis? Kamu paling ngena yang mana?