Di balik kisah perjalanan hidup seekor anjing, film Gohan sebenarnya bicara tentang kesepian, kehilangan, dan perpisahan. Hiro kehilangan tujuan hidup setelah pensiun, Namcha hidup dalam pelarian, sementara Jadee belajar menghadapi perpisahan dan penuaan. Tema-tema seperti itu sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Hal ini sejalan dengan pandangan psikolog kognitif Dr. Keith Oatley, dilansir psychologytoday.com yang menyatakan bahwa sebuah cerita pada dasarnya adalah simulasi kehidupan tempat penonton masuk dan diingatkan kembali pada episode emosional serta kehilangan dalam hidup mereka sendiri. Penonton gak hanya sedih untuk Gohan, tapi juga untuk manusia-manusia di sekitarnya.
Film ini terasa emosional karena banyak orang pernah ada di posisi merasa sendirian atau takut kehilangan seseorang. Kesederhanaan konfliknya justru membuat cerita terasa lebih nyata.