ilustrasi kucing mencuri perhatian pemiliknya saat kerja (pexels.com/Han)
Banyak orang menggunakan video kucing sebagai bentuk pelarian kecil dari tekanan hidup sehari-hari. Ketika pekerjaan menumpuk, berita buruk terus muncul, atau pikiran terasa penuh, konten sederhana seperti kucing bisa membantu otak mengambil jeda sejenak.
Walaupun efeknya mungkin tidak besar atau permanen, jeda kecil seperti ini tetap membantu menjaga keseimbangan emosi. Manusia memang membutuhkan hiburan ringan untuk membantu regulasi emosi, bahkan gambar lucu hewan bisa memberi efek tertentu.
"Gambar-gambar imut hewan, termasuk anak anjing dan anak kucing, dapat memiliki efek yang kuat pada perhatian dan konsentrasi," jelas ilmuwan psikologi di Universitas Hiroshima, Jepang, Hiroshi Nittono dikutip dari Psychological Science.
“Studi ini menunjukkan bahwa melihat hal-hal imut meningkatkan kinerja selanjutnya dalam tugas-tugas yang membutuhkan kehati-hatian perilaku, mungkin dengan mempersempit cakupan fokus perhatian,” lanjut dalam laporan tersebut.
Menonton video kucing mungkin terlihat seperti kebiasaan kecil yang sepele, tetapi ternyata ada alasan psikologis dan biologis di balik rasa tenang yang muncul setelahnya. Tingkah mereka yang lucu, gerakan santai, dan ekspresi polos mampu memberi efek relaksasi singkat bagi otak yang lelah.