Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Menonton Video Kucing Bisa Membuatmu Merasa Tenang?
ilustrasi kucing bermain (freepik.com/freepik)

Di tengah hari yang melelahkan, banyak orang tanpa sadar membuka media sosial lalu berhenti cukup lama hanya untuk menonton video kucing. Ada yang tertawa melihat tingkah absurd mereka, ada juga yang merasa lebih tenang setelah melihat kucing tidur, bermain, atau sekadar mengeong manja.

Walaupun terlihat sederhana, video-video itu ternyata punya efek emosional yang cukup kuat bagi banyak orang. Lalu kenapa menonton video kucing bisa menenangkan?

1. Tingkah kucing memicu respons bahagia di otak

ilustrasi kucing ragdoll (pexels.com/Peng Louis)

Salah satu alasan video kucing terasa menenangkan adalah karena otak manusia secara alami merespons hal-hal yang dianggap lucu dan menggemaskan. Wajah kucing dengan mata besar, gerakan kecil, dan ekspresi unik memicu respons emosional yang dikenal sebagai cute aggression atau dorongan emosional terhadap sesuatu yang menggemaskan.

Diterbitkan dalam jurnal Computers in Human Behavior dalam Science Direct, studi ini bahkan menyarankan bahwa menonton kucing di internet dapat digunakan sebagai bentuk terapi hewan peliharaan digital atau penghilang stres.

“Bahkan jika mereka menonton video kucing di YouTube untuk menunda-nunda atau saat seharusnya bekerja, imbalan emosional sebenarnya dapat membantu orang untuk mengerjakan tugas-tugas sulit setelahnya,” kata asisten profesor Jessica Gall Myrick dari Indiana University Media School.

2. Video kucing memberi efek relaksasi singkat

ilustrasi kucing siamese (unsplash.com/Alex Meier)

Di era serba cepat, otak manusia terus menerima banyak informasi dalam waktu bersamaan. Karena itu, konten ringan seperti video kucing bisa menjadi jeda kecil yang membantu sistem saraf beristirahat. Gerakan santai, suara mengeong, dan tingkah polos kucing memberikan stimulasi visual yang lembut sehingga membuat tubuh lebih rileks.

Psikolog menjelaskan bahwa hiburan ringan dengan tekanan emosional rendah dapat membantu menurunkan ketegangan mental. Video kucing biasanya tidak memicu konflik, berita buruk, atau kecemasan berat sehingga otak merasa lebih aman saat mengonsumsinya.

"Karena hal-hal lucu menghasilkan perasaan positif, pengaruhnya mungkin meluas ke aspek perilaku lainnya," tulis Hiroshi Nittono, profesor psikologi dari Hiroshima University dalam penelitiannya dikutip dari Journals Plos.

"Kelembutan yang ditimbulkan oleh gambar-gambar lucu lebih dari sekadar keadaan perasaan afektif positif. Hal itu dapat membuat orang lebih lembut secara fisik dalam perilaku motorik mereka," lanjutnya.

3. Kucing membuat orang merasa nyaman secara emosional

ilustrasi kucing scottish fold (pexels.com/Sergei Ryabov)

Selain lucu, kucing juga sering diasosiasikan dengan rasa nyaman dan tenang. Banyak video kucing memperlihatkan momen sederhana seperti tidur di bawah sinar matahari, mendengkur, atau bermanja dengan pemiliknya. Aktivitas yang tenang seperti itu secara tidak langsung memberi sinyal emosional bahwa situasi aman dan damai.

Manusia cenderung bisa menyerap suasana emosional dari apa yang mereka lihat. termasuk perilaku kucing. Ketika seseorang melihat makhluk lain dalam keadaan santai dan nyaman, tubuh dapat ikut merespons dengan menurunkan ketegangan.

“Dasar-dasar kesadaran (mindfulness) meliputi perhatian, niat, kasih sayang, dan kesadaran. Semua hal itu adalah hal-hal yang dibawa hewan. Manusia harus mempelajarinya. Hewan melakukan ini secara naluriah,” kata Dr. Ann Berger, seorang dokter dan peneliti di Pusat Klinis NIH di Bethesda, Maryland dikutip dari News in Health

 

4. Video kucing bisa mengurangi rasa kesepian

ilustrasi kucing russian blue (pexels.com/Mikhail Nilov)

Tidak sedikit orang yang merasa ditemani saat menonton video kucing, terutama ketika sedang sendiri atau lelah secara emosional. Kehadiran hewan, meskipun hanya lewat layar, tetap bisa memunculkan rasa hangat dan koneksi emosional.

Penelitian dalam jurnal Human-Animal Interactions menunjukkan bahwa interaksi dengan hewan, termasuk melalui media digital, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan emosional seseorang. Melihat perilaku hewan yang positif dapat memicu rasa nyaman dan mengurangi perasaan kesepian sementara.

"Hewan dapat berfungsi sebagai sumber kenyamanan dan dukungan. Hewan dapat menjadi cara untuk membangun jembatan bagi interaksi sosial tersebut,” kata Dr. James Griffin, seorang ahli perkembangan anak dikutip dari News in Health.

5. Konten kucing menjadi pelarian aman dari tekanan hidup

ilustrasi kucing mencuri perhatian pemiliknya saat kerja (pexels.com/Han)

Banyak orang menggunakan video kucing sebagai bentuk pelarian kecil dari tekanan hidup sehari-hari. Ketika pekerjaan menumpuk, berita buruk terus muncul, atau pikiran terasa penuh, konten sederhana seperti kucing bisa membantu otak mengambil jeda sejenak.

Walaupun efeknya mungkin tidak besar atau permanen, jeda kecil seperti ini tetap membantu menjaga keseimbangan emosi. Manusia memang membutuhkan hiburan ringan untuk membantu regulasi emosi, bahkan gambar lucu hewan bisa memberi efek tertentu.

"Gambar-gambar imut hewan, termasuk anak anjing dan anak kucing, dapat memiliki efek yang kuat pada perhatian dan konsentrasi," jelas ilmuwan psikologi di Universitas Hiroshima, Jepang, Hiroshi Nittono dikutip dari Psychological Science.

“Studi ini menunjukkan bahwa melihat hal-hal imut meningkatkan kinerja selanjutnya dalam tugas-tugas yang membutuhkan kehati-hatian perilaku, mungkin dengan mempersempit cakupan fokus perhatian,” lanjut dalam laporan tersebut.

Menonton video kucing mungkin terlihat seperti kebiasaan kecil yang sepele, tetapi ternyata ada alasan psikologis dan biologis di balik rasa tenang yang muncul setelahnya. Tingkah mereka yang lucu, gerakan santai, dan ekspresi polos mampu memberi efek relaksasi singkat bagi otak yang lelah.

Editorial Team