Pikiran negatif sering dikaitkan dengan setan, terutama ketika seseorang merasa ragu, iri, atau tiba-tiba ingin melakukan hal yang sebenarnya bertentangan dengan nilai yang diyakini. Penyebutan ini bukan sekadar istilah, melainkan bagian dari cara masyarakat memberi makna pada pengalaman batin yang sulit dijelaskan secara langsung.
Orang lebih mudah memahami sesuatu ketika diberi contoh yang konkret, termasuk saat menggambarkan dorongan buruk dalam diri. Karena itu, kata setan akhirnya dipakai sebagai simbol yang terasa dekat, bukan sekadar figur gaib yang jauh dari realitas. Berikut penjelasannya.
