Setiap kali liburan berakhir, biasanya ada perasaan aneh yang gak bisa dijelaskan. Kamu baru saja melewati hari-hari penuh suka cita, kebahagiaan, eksplorasi, dan kebebasan. Tiba-tiba kamu kembali ke rutinitas yang itu-itu saja, bertemu tumpukan pekerjaan, dan harus menata ulang ritme hidupmu yang sebelumnya sempat dijeda.
Momen transisi dari euforia liburan ke dunia nyata ini sering bikin hati terasa kosong. Rasanya seperti ada jarak emosional antara kamu sebelum liburan dan kamu setelah kembali ke aktivitas harian. Kondisi ini dikenal sebagai post-travel depression. Walaupun tak seintens depresi klinis, perasaan ini bisa cukup mengganggu, bikin kamu jadi kurang termotivasi menjalani kegiatan. Untuk memahami hal ini, kamu perlu tahu apa yang terjadi di balik rasa hampa tersebut.
