Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pesan makanan online
ilustrasi pesan makanan online (freepik.com/tonodiaz)

Intinya sih...

  • Promo makanan sering menipu dengan harga palsu

  • Gratis ongkir bisa membuatmu membeli lebih dari kebutuhan

  • Pesan makanan saat lapar tanpa rencana berdampak besar pada pengeluaran bulanan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pesan makanan online memang terasa seperti penyelamat di hari sibuk. Tinggal klik, tunggu, lalu makan dengan nyaman tanpa harus keluar rumah. Namun, tanpa sadar, kebiasaan ini sering bikin dompet menipis pelan-pelan, seperti bocor halus yang baru terasa di akhir bulan.

Banyak orang merasa sudah hemat karena pakai promo atau gratis ongkir. Padahal, justru di situlah jebakan paling sering bersembunyi. Kalau kamu sering heran kenapa pengeluaran makan membengkak padahal “cuma pesan online”, bisa jadi kamu melakukan kesalahan berikut ini. Yuk, cek satu per satu biar pesan makanan tetap nikmat tanpa bikin boros!

1. Terlalu mudah tergoda promo tanpa hitung ulang harga

ilustrasi pesan makanan online (freepik.com/freepik)

Promo makanan sering tampil mencolok dan bikin impulsif. Diskon 40 persen atau cashback besar terasa sayang kalau dilewatkan. Masalahnya, banyak pengguna langsung klik tanpa membandingkan harga sebelum dan sesudah promo.

Sering kali harga makanan sudah dinaikkan lebih dulu, lalu dipotong diskon agar terlihat menarik. Alhasil, kamu merasa hemat padahal tetap membayar lebih mahal dari harga normal. Tips hemat pesan makanan online yang penting adalah selalu cek harga asli dan bandingkan dengan menu serupa di restoran lain.

2. Menganggap gratis ongkir selalu lebih murah

ilustrasi mengambil pesanan online (freepik.com/freepik)

Gratis ongkir terdengar seperti kabar baik, tapi tidak selalu berarti hemat. Beberapa restoran menaikkan harga menu untuk menutup biaya pengiriman. Ada juga syarat minimum pembelian yang membuatmu memesan lebih banyak dari kebutuhan.

Akhirnya, kamu menambah minuman atau camilan yang sebenarnya tidak terlalu ingin dimakan. Cara atasi boros yang sederhana adalah menghitung total akhir, bukan cuma terpaku pada label gratis ongkir. Kadang bayar ongkir kecil justru lebih murah daripada memenuhi minimum order.

3. Pesan saat lapar tanpa rencana

ilustrasi perempuan makan (freepik.com/freepik)

Kondisi lapar adalah musuh utama keputusan rasional. Saat perut kosong, semua menu terlihat menggoda dan porsi besar terasa wajar. Tanpa sadar, kamu memilih paket jumbo, ekstra topping, atau side dish tambahan.

Kebiasaan ini sering terjadi dan berdampak besar pada pengeluaran bulanan. Coba biasakan membuka aplikasi setelah makan camilan ringan atau saat pikiran lebih tenang. Dengan begitu, kamu bisa lebih bijak memilih menu yang benar-benar dibutuhkan.

4. Tidak memanfaatkan promo secara strategis

ilustrasi pesan makanan online (freepik.com/freepik)

Ironisnya, banyak orang sering pakai promo tapi tetap boros karena tidak terencana. Voucher diskon dipakai untuk satu porsi kecil, sementara cashback dibiarkan hangus karena tidak mencapai syarat penggunaan berikutnya. Akibatnya, potensi hemat justru terbuang percuma.

Promo makanan akan jauh lebih efektif kalau digunakan dengan perencanaan sederhana. Misalnya, memesan untuk dua kali makan sekaligus, berbagi pesanan dengan teman, atau memanfaatkannya untuk menu yang memang rutin kamu beli. Dengan strategi ini, promo benar-benar membantu cara atasi boros, bukan sekadar bikin checkout terasa menyenangkan.

5. Terlalu sering pesan makanan daripada masak atau beli langsung

ilustrasi perempuan memasak (freepik.com/freepik)

Kemudahan aplikasi membuat pesan makanan terasa normal setiap hari. Padahal, biaya layanan, pajak, dan ongkir akan terus menumpuk. Meski tiap transaksi terlihat kecil, total bulanannya bisa mengejutkan.

Bukan berarti kamu harus berhenti total, tapi cobalah memberi batas. Misalnya, pesan online hanya di hari tertentu atau saat benar-benar sibuk. Dengan begitu, kamu tetap menikmati promo tanpa kehilangan kendali atas keuangan.

Pesan makanan online bukan musuh, tapi cara menggunakannya yang sering keliru. Dengan lebih sadar terhadap jebakan promo dan ongkir, kamu bisa tetap menikmati kemudahan tanpa rasa bersalah saat cek saldo. Ingat, hemat bukan soal menahan diri terus-menerus, tapi soal membuat pilihan yang lebih cerdas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian