Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Kesalahan Sepele yang Membuat Setrika Mudah Berkarat
ilustrasi setrika baju (pexels.com/Karolina Grabowska)
  • Artikel menjelaskan tujuh kebiasaan kecil yang sering diabaikan pengguna, namun dapat mempercepat munculnya karat pada setrika dan menurunkan performanya.
  • Kesalahan umum meliputi menyimpan setrika dalam kondisi lembap, tidak mengosongkan tangki air, memakai air keran tanpa penyaringan, serta membersihkan permukaan dengan cara kasar.
  • Ditekankan pentingnya perawatan rutin seperti mengeringkan setrika sebelum disimpan, menjaga kebersihan lubang uap, dan memilih tempat penyimpanan kering agar setrika tetap awet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setrika adalah salah satu alat rumah tangga yang hampir setiap hari digunakan. Terutama untuk menjaga pakaian tetap rapi dan nyaman dipakai. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan setrikanya cepat berkarat atau permukaannya menjadi kasar sehingga merusak kain.

Padahal, penyebabnya sering kali berasal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dianggap sepele. Tanpa disadari, kesalahan dalam penggunaan dan perawatan setrika bisa mempercepat munculnya karat. Merasa masih sedang melakukan kesalahan di bawah ini, segera hentikan mulai sekarang.

1. Menyimpan seterika saat masih dalam kondisi lembap

ilustrasi setrika baju (pexels.com/Jonathan Borba)

Salah satu penyebab utama karat adalah kelembapan. Banyak orang langsung menyimpan setrika setelah digunakan tanpa memastikan bahwa permukaannya sudah benar-benar kering.

Setrika yang masih panas dan terkena udara lembap akan menciptakan kondisi ideal untuk oksidasi, yaitu proses yang menyebabkan karat. Terlebih jika setrika uap, sisa air di dalamnya bisa memperparah kondisi tersebut. Solusinya sederhana, biarkan setrika dingin terlebih dahulu, lalu lap bagian bawahnya hingga kering sebelum disimpan.

2. Tidak mengosongkan air pada setrika uap

ilustrasi setrika (pexels.com/Ron Lach)

Bagi pengguna setrika uap, kebiasaan ini sering diabaikan. Air yang dibiarkan mengendap di dalam tangki dapat menjadi sumber masalah. Air yang tidak diganti akan meninggalkan mineral atau bahkan memicu korosi pada bagian dalam setrika.

Lama-kelamaan, karat bisa muncul dan merembes ke bagian luar. Untuk menghindarinya, biasakan selalu mengosongkan tangki air setelah selesai digunakan. Ini langkah kecil yang berdampak besar.

3. Menggunakan air keran tanpa penyaringan

ilustrasi kran air (pexels.com/Kindel Media)

Air keran mengandung mineral seperti kalsium dan magnesium. Jika digunakan terus-menerus tanpa penyaringan, mineral ini akan menumpuk dan membentuk kerak. Inilah yang bisa menjadi pemicu munculnya karat.

Terutama pada bagian logam di dalam setrika. Selain itu, performa uap juga bisa menurun. Alih-alih menggunakan air keran tanpa penyaringan air, gunakan matang atau air yang sudah disaring untuk memperpanjang usia setrika dan mencegah karat.

4. Membersihkan permukaan setrika dengan cara kasar

ilustrasi setrika (pexels.com/Cottonbro studio)

Siapa yang tidak jengkel ketika mendapati permukaan setrika berkarat? Ini akan menimbulkan jejak noda saat digunakan untuk menyetrika. Saat permukaan setrika mulai kotor atau lengket, sebagian orang memilih cara instan seperti menggosoknya dengan benda keras.

Padahal, tindakan ini justru merusak lapisan pelindung pada setrika. Jika lapisan ini terkikis, bagian logam di bawahnya akan lebih mudah teroksidasi dan berkarat. Langkah yang tepat, gunakan kain lembut atau bahan pembersih khusus untuk membersihkan permukaan setrika agar tetap aman.

5. Menyimpan setrika di tempat yang lembap

ilustrasi setrika (pexels.com/Jonathan Borba)

Lingkungan penyimpanan juga sangat berpengaruh. Menaruh setrika di tempat yang lembap seperti dekat kamar mandi atau area yang kurang ventilasi bisa mempercepat munculnya karat. Udara lembap mempercepat proses oksidasi, terutama pada bagian logam.

Bahkan setrika yang jarang digunakan pun bisa berkarat jika disimpan di tempat yang tidak tepat. Pastikan memilih tempat penyimpanan yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Memilih tempat penyimpanan yang tepat menjadi langkah perawatan paling mudah agar setrika bertahan lama.

6. Jarang membersihkan lubang uap

ilustrasi setrika (pexels.com/Ron Lach)

Lubang uap sering kali menjadi tempat menumpuknya kotoran dan mineral dari air. Jika tidak dibersihkan secara rutin, kotoran ini bisa memicu penyumbatan dan korosi.

Selain menyebabkan karat, lubang uap yang kotor juga membuat uap tidak keluar dengan maksimal. Ini bisa membuat proses menyetrika jadi lebih lama dan kurang efektif. Langkah pencegahan, lakukan pembersihan berkala menggunakan cairan khusus atau campuran air dan cuka untuk menjaga kebersihan lubang uap.

7. Membiarkan noda menempel terlalu lama

ilustrasi setrika (pexels.com/Cottonbro studio)

Setrika menjadi benda wajib jika kita ingin memiliki baju yang rapi. Namun permasalahan yang terjadi, permukaan setrika seringkali terdapat noda yang menempel. Karena malas, kita cenderung mengabaikan kuda tersebut dalam waktu lama.

Ternyata ini juga menjadi salah satu penyebab mengapa setrika mudah berkarat. Jika tidak segera dibersihkan, noda ini bisa merusak permukaan setrika dan memicu korosi. Entah noda dari pakaian seperti plastik yang meleleh, sisa deterjen, atau bahan sintetis yang terbakar.

Merawat setrika listrik sebenarnya tidak sulit, tetapi membutuhkan konsistensi dalam kebiasaan kecil. Banyak orang menganggap remeh hal-hal sederhana seperti mengeringkan setrika atau mengosongkan tangki air, padahal justru di situlah kunci agar setrika tetap awet dan bebas karat. Dengan menghindari tujuh kesalahan sepele di atas, tidak hanya menjaga kualitas setrika tetap optimal, tetapi juga melindungi pakaian dari risiko kerusakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian