Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
memegang buku
ilustrasi memegang buku (pexels.com/Chloe Andrea Remondi)

Intinya sih...

  • Jenis buku kesukaan kalian beda sekali

  • Genre sama, tetapi detail cerita yang diinginkan berbeda

  • Bukunya sulit dicari di Indonesia

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buatmu, membaca sudah menjadi bagian dari rutinitas. Hampir setiap hari kamu membaca beberapa halaman buku. Meski dirimu tidak membaca dengan kecepatan super, dalam setahun buku yang telah dibaca cukup banyak.

Tak heran apabila di lingkaran pertemanan, kamu kerap dimintai rekomendasi buku yang bagus. Tentu dirimu juga senang apabila orang lain ikut tertarik untuk tekun membaca. Akan tetapi, tak peduli sebanyak apa buku yang sudah dibaca olehmu, kasih rekomendasi ke orang lain bisa tidak mudah.

Bukannya dirimu pelit informasi. Namun, pilihan bacaan juga erat dengan selera. Kesulitan rekomendasikan buku ke teman meski hobi baca berikut ini pasti sering kali kamu alami. Kamu jadi ragu mau menyebutkan judul buku serta penulisnya.

1. Jenis buku kesukaan kalian beda sekali

ilustrasi membaca (pexels.com/www.kaboompics.com)

Menyambung pembuka artikel, soal jenis buku yang disukai tentu gak sama antarorang. Ada orang yang cuma mau membaca buku-buku non-fiksi. Semua buku fiksi dipandangnya sebagai pembohongan belaka.

Sementara kamu pembaca fiksi yang tekun. Satu buku habis dibaca selalu ada judul novel lain untuk giliran berikutnya. Pasti sukar buatmu memberikan rekomendasi buku yang sesuai dengan kesukaan orang lain. Bila pun dirimu tahu sekilas judulnya, kamu pun belum pernah membacanya sehingga ragu untuk merekomendasikannya.

2. Genre sama, tetapi detail cerita yang diinginkan berbeda

ilustrasi membaca (pexels.com/ហាន់ ភក្តី)

Misalnya, kamu dan teman sama-sama suka novel romansa. Dirimu terbuka dengan segala detail cerita percintaan. Mau kisahnya berakhir bahagia atau sedih, bagimu bukan masalah. Asal cerita diracik dengan sempuna akan tetap menarik.

Akan tetapi, kawanmu gak begitu. Dia lebih spesifik hanya menginginkan novel romansa yang ceritanya serba manis. Akhirnya pun mesti bahagia. Kamu menjadi tak punya bacaan yang pas untuknya. Apalagi akhir-akhir ini novel romansa yang dibaca olehmu penuh dengan nuansa patah hati hingga berujung tragedi.

3. Bukunya sulit dicari di Indonesia

ilustrasi membaca (pexels.com/Reynaldo Yodia)

Jangkauanmu akan bacaan sangat luas. Dirimu tipe pembaca yang gigih mencari buku bagus di dalam maupun luar negeri. Kebetulan kamu punya daftar buku-buku menarik yang terbit di luar negeri.

Masalahnya, temanmu yang meminta rekomendasi tak segigih dirimu dalam mencari buku. Seandainya kamu merekomendasikan buku yang versi terjemahannya belum terbit di Indonesia, temanmu gak bisa mengaksesnya. Rekomendasimu menjadi terasa kurang berguna buatnya.

4. Habis minta rekomendasi malah pinjam bukumu

ilustrasi membaca (pexels.com/Jona Meza)

Sebanyak apa pun koleksi bukumu bukan artinya kamu nyaman meminjamkannya ke orang lain. Seorang teman sudah minta rekomendasi buku, masih pula mau meminjamnya saja darimu. Dia menjadi terkesan terlalu pemalas.

Usahanya buat bisa membaca karya yang bagus tampak kurang di matamu. Ia cuma minta terus disuapi. Sering kali kurangnya kesungguhan begini juga membuatnya tak bakal serius membaca. Padahal, dirimu gak main-main dalam merekomendasikannya. Rasanya lebih baik kamu pura-pura tidak tahu.

5. Kamu cuma kasih rekomendasi buku serta alasannya malah didebat

ilustrasi memilih buku (pexels.com/Ivan Vi)

Terkadang kasih rekomendasi buku bagus saja sampai seperti usahamu untuk menasihati orang. Seseorang datang dan meminta nasihat padamu. Namun, setelahnya malah kamu yang didebat. Begitu pula soal rekomendasi buku.

Apa pun yang direkomendasikan olehmu tentu tidak wajib diikuti orang lain. Akan tetapi, malas juga bila pilihan bukumu berikut alasannya justru didebat orang. Kalau memang dia punya pilihan bacaan sendiri tinggal mengikutinya. Tak perlu ia sibuk meributkan rekomendasi buku darimu.

6. Jika dia gak suka setelah membacanya, dirimu agak disalahkan

ilustrasi membaca (pexels.com/cottonbro studio)

Pada poin 5, orang menyudutkanmu bahkan sebelum membaca buku yang direkomendasikan olehmu. Dia tipe orang yang gampang menghakimi pilihan orang. Ada pula tipe teman yang mau membacanya terlebih dahulu.

Setelahnya baru kejadian yang kurang menyenangkan. Apabila ia merasa rekomendasi darimu gak bagus, kamu bakal disalahkannya. Apalagi ia kadung keluar uang tak sedikit buat membeli buku tersebut. Dirimu cuma berbagi pengalaman membaca suatu buku yang menurutmu menyenangkan, tapi justru dipojokkan.

7. Saking sudah banyak buku dibaca, kamu lupa judul dan penulisnya

ilustrasi membaca (pexels.com/www.kaboompics.com)

Isi buku yang telah dibaca memang tidak terlupakan di benakmu. Hanya saja, judul dan penulisnya yang lama-lama kabur dari ingatan. Dirimu membaca banyak sekali buku. Begitu satu buku selesai dibaca, sudah ada buku lain yang menanti.

Tiba waktunya kamu dimintai rekomendasi bacaan, judul serta penulis yang diingat cuma beberapa buku yang terakhir dibaca. Padahal, masih banyak buku yang tak kalah bagus. Bila dirimu asal kasih judul dan nama penulisnya, malah takut salah.

Beberapa orang mengalami kesulitan rekomendasikan buku ke teman meski hobi baca. Hal ini dikarenakan sifatnya pilihan pribadi. Apa yang bagus buatmu belum tentu sama dalam penilaian orang lain. Kasih rekomendasi semampumu saja. Jika teman serius ingin membaca, pasti akan mendengarkan rekomendasimu atau mencari sendiri buku yang lebih pas dengan seleranya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team