Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.
Ushikum wa nafsi bitaqwallah, faqad fazal muttaqun.
Pada hari yang penuh kebahagiaan ini, kita berkumpul untuk merayakan Idul Fitri setelah menjalani ibadah Ramadan. Hari raya ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk membersihkan hati dan kembali kepada kesucian.
Salah satu tradisi Idul Fitri yang sesuai dengan ajaran Islam adalah saling bermaafan. Dengan saling memaafkan, hubungan yang renggang dapat kembali baik dan tali silaturahmi menjadi semakin erat.
Di antara semua orang yang kita kenal, orangtua adalah yang paling utama untuk kita hormati dan kita mintai maaf. Mereka adalah sosok yang paling berjasa dalam kehidupan kita.
Namun, sering kali kita lalai. Kita sibuk dengan urusan dunia hingga lupa bahwa orangtua semakin menua dan membutuhkan perhatian serta kasih sayang dari kita. Bahkan, terkadang kita belum sempat meminta maaf atas kesalahan yang pernah kita lakukan kepada mereka.
Rasulullah SAW bersabda:
“Rida Allah tergantung pada rida kedua orangtua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua orangtua.” (HR. At-Tirmidzi)
Oleh karena itu, selama orangtua kita masih hidup, manfaatkanlah kesempatan untuk berbakti kepada mereka. Mintalah maaf dengan tulus, bahagiakan mereka, dan jangan sampai kita menyesal ketika mereka telah tiada.
Namun jika orangtua kita telah meninggal dunia, jangan berhenti untuk berbakti. Kita masih dapat mendoakan mereka, bersedekah atas nama mereka, serta menjaga silaturahmi dengan keluarga dan kerabat mereka.
Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang berbakti kepada orangtua, mengampuni dosa-dosa kita dan dosa kedua orangtua kita.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.