Jamaah salat gerhana bulan hafidzakumullah, Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ
Inna asy-syamsa wal-qamara āyatāni min āyātillāh, lā yankasifāni limawti aḥadin walā liḥayātih.
Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pada hadis ini ditegaskan bahwa gerhana bukanlah pertanda nasib seseorang, melainkan murni tanda kekuasaan Allah. Allah swt menunjukkan kepada hamba-Nya bagaimana bulan yang selalu bersinar cantik di malam hari dapat berubah menjadi gelap menyeramkan. Semua itu tak lain adalah untuk mengingatkan kepada manusia betapa besarnya kuasa Allah swt.
Allah swt juga berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ ٣٧
wa min âyâtihil-lailu wan-nahâru wasy-syamsu wal-qamar, lâ tasjudû lisy-syamsi wa lâ lil-qamari wasjudû lillâhilladzî khalaqahunna ing kuntum iyyâhu ta‘budûn
Artinya: “Sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan. Bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. Fussilat ayat 37).
Ayat ini menjelaskan bahwa sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya adalah adanya malam dengan cahaya bulan dan siang dengan teriknya matahari. Bulan dan matahari merupakan hasil ciptaan Allah swt yang tunduk dan patuh kepadanya. Maka dari itu, janganlah menyembah bulan dan matahari, tetapi sembahlah Allah yang menciptakan keduanya dan membuatnya patuh atas perintahnya.
Jamaah salat gerhana yang berbahagia, adanya gerhana bulan ini memperlihatkan betapa sempurnanya sistem yang dibuat Allah swt. Tiada yang meleset, tiada yang keluar, dan tiada yang salah perhitungan, semuanya berjalan sesuai dengan ketentuannya. Ini adalah bukti bahwa Allah swt adalah sebaik-baiknya pencipta yang menciptakan sesuatu tanpa kecacatan.
Melalui khutbah gerhana bulan ini, mari kita muhasabah diri layaknya bulan yang kehilangan cahayanya seperti saat ini. Mari kita perbanyak zikir dan doa serta memohon ampun atas segala dosa. Hati manusia merupakan hal yang kotor, maka bersihkanlah sebersih cahaya bulan dengan doa dan zikir memohon ampunannya.