ilustrasi pernikahan (unsplash.com/@mitchorr)
Saat memutuskan untuk mengambil konsep pernikahan tanpa mengundang anak-anak, hal yang dikhawatirkan pasti adalah cara penyampaiannya agar tamu gak merasa sakit hati. Terlebih, di Indonesia, menghadiri pesta pernikahan bersama anak masih menjadi hal yang sangat umum, sehingga pembatasan usia tamu bisa menjadi hal sensitif atau bahkan tabu.
Untuk menyampaikan pembatasan tersebut, pasangan bisa memulai dari membangun komunikasi yang jelas, tegas, dan sopan. Salah satunya dengan menyertakan informasi di undangan, bahwa acara hanya diperuntukkan bagi tamu dewasa. Selain itu, penggunaan kartu atau formulir RSVP dapat membantu, sehingga jumlah tamu yang hadir sesuai dengan undangan yang diberikan.
Contoh kalimat dalam undangan kids-free wedding
Untuk Dewasa |
|---|
"Karena alasan keamanan tempat, kami tidak dapat memberikan undangan ini kepada anak-anak." | "Kami hanya dapat mengakomodasi anak-anak dari pihak pengantin." |
"Kami mohon maaf, tetapi karena keterbatasan di tempat kami, kami tidak dapat menerima anak-anak." | "Kami dengan hormat meminta agar mereka yang berusia di bawah 18 tahun tidak menghadiri resepsi ini." |
Konsep kids-free wedding bukan berarti tidak menyukai, apalagi membenci anak-anak. Pilihan ini merupakan upaya pasangan untuk mewujudkan pernikahan impian sesuai dengan nilai dan kenyamanan yang diinginkan. Selama disampaikan dengan cara yang tepat, keputusan tersebut layak dihormati sebagai bagian dari hak pasangan dalam merayakan hari bahagianya.