Fery Farhati (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
Semenjak Anies Baswedan dilantik jadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Fery Farhati pun juga mengemban tugas baru sebagai Ketua Tim Penggerak PKK 2017-2022, Ketua Dekranasda DKI Jakarta, Bunda PAUD DKI Jakarta, hingga Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta. Keterlibatannya dalam berbagai organisasi, membuat Fery mendapatkan teman, keluarga, saudara baru yang silaturahminya harus tetap dijaga.
Krisis dan tantangan merupakan dua hal yang kerap dihadapi manusia sepanjang perjalanan hidupnya. Nyatanya, kedua hal tersebut tak lantas mengusik kehidupan Fery yang selalu tersorot oleh media.
Perempuan lulusan Magister Noerthern Illionis University justru menggunakan kacamata yang berbeda, yakni kacamata penuh syukur untuk setiap pencapaian yang sudah dilakukannya.
“Dulu sebelum menjadi istri gubernur, saya ibu rumah tangga. Dulu di kementerian sebagai Penasihat Dharma Wanita, yang ditangani ya di departemen saja. Ketika menjadi ibu, yang saya lakukan hanya dari rumah ke sekolah, dari rumah ke pasar, kemudian beraktivitas dengan ibu-ibu di sekitar rumah. Ketika mendapat tugas sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, saya betul-betul ditunjukkan sudut-sudut Jakarta yang belum pernah saya lihat,” cerita Fery.
Selain membukakan mata tentang kota Jakarta, kehidupannya sebagai istri gubernur selama 5 tahun ini, membuat Fery dan banyak orang di sekitarnya sama-sama bergerak dan berproses melewati tantangan.
“Alhamdullilah sampai di akhir, kita puas dengan pencapaian yang kita lakukan,” imbuhnya.
Membangun biduk rumah tangga selama 26 tahun, membuat Fery Farhati dan Anies Baswedan saling belajar, mengenal, dan memahami satu sama lain. Tentunya, semakin besar pohon maka akarnya juga semakin dalam. Terlepas dari segala hal negatif, Fery meyakini bahwa semua itu adalah noise yang harus dihindari.