Kisah Jennifer Budimulia & Bayu Sasono Mendirikan Seribu Tujuan (dok. Seribu Tujuan)
Pemilihan nama dan logo Seribu Tujuan memiliki makna filosofisnya tersendiri. Setelah brainstorming selama dua minggu, mereka memutuskan untuk mengambil simbol paper plane untuk mewakili harapan.
"Diambil dari salah satu folktale yang populer di Jepang, ada seorang anak yang terkena leukimia. Dan, untuk memberi harapan dia melipat seribu pesawat kertas," tutur Bayu.
Dari kisah tersebut, keduanya pun sepakat untuk mengambil nama 'Seribu Tujuan' untuk komunitas yang mereka bangun. Selain itu, menurut Jennifer kata 'tujuan' juga bisa mewakili goals yang dimiliki oleh seseorang.
Ia menuturkan, "Banyak banget cara untuk mencapai tujuan hidup, terutama untuk menemukan versi terbaik diri sendiri".
Sebagai upaya agar gerakan ini semakin dikenal, mereka memulainya dengan fokus mengembangkan platform media sosial, khususnya Instagram. Kegiatan itu berupa pembuatan konten, penggunaan fitur-fitur seperti IG Live, dan berkolaborasi dengan organisasi lain atau influencer.
Aktivitas kolaborasi itu dilakukan untuk memperluas jaringan dan sekaligus menyuarakan pentingnya isu kesehatan mental. Selama menjalani kegiatan ini, baik Jennifer dan Bayu sama-sama mendapat feedback positif dari teman-teman terdekatnya.
"Reaksinya suportif! Mereka percaya bahwa ini memang topik yang seharusnya sudah lama dibicarakan," ujar Bayu.
Meski begitu, Jennifer mengaku sempat ada kendala karena pihak keluarganya pernah mempertanyakan keputusannya untuk aktif berorganisasi.
Ia mengatakan, "Dulu sih mungkin sedih, tapi pelan-pelan aku berharap mereka bisa mengubah pemikirannya dan lebih teredukasi tentang kesehatan mental".