Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mantap! Simak Kisah UMKM Kripik Balado Shirley Tembus Panggung Global
Mitra Usaha GoFood, Vallencia Melvinsy, Head of Marketing & PR Kripik Balado Shirley di depan gedung Paviliun Indonesia, Davos, Swiss (Dok. Gojek)

Kripik Balado Shirley diproduksi sejak 1994. Berawal dari dipasarkan melalui rumah ke rumah, warung ke warung, kini menjadi salah satu oleh-oleh unggulan Sumatera Barat dan memiliki 2 toko sendiri di Padang dan dekat Bandara Internasional Minangkabau.

Bahkan saat ini karena bergabung dengan GoFood, Kripik Balado Shirley terpilih sebagai perwakilan mitra usaha kuliner GoTo di Paviliun Indonesia, Davos, Swiss. Paviliun Indonesia merupakan inisiatif yang diprakarsai oleh pemerintah Indonesia sebagai rumah Indonesia yang diselenggarakan di waktu yang bersamaan dengan World Economic Forum (WEF) pada tanggal 22 hingga 26 Mei 2022, di Davos, Swiss.

Perjalanan UMKM ini tidaklah mudah, ada berbagai cerita menarik dibalik kesuksesannya memperkenalkan keripik balado ke panggung global. Penasaran? Simak di bawah ini yuk!

1. Baru lima tahun berdiri, bisnis terpaksa berhenti dan toko 'habis' karena gempa

Menkominfo RI, Johnny G. Plate, bersama CEO GoTo Group, Andre Soelistyo dan Head of Marketing & PR Kripik Balado Shirley, Vallencia Melvinsy saat sedang memperkenalkan keripik singkong pedas khas Padang kepada jurnalis internasional (Dok. Gojek)

Mendirikan dan menjalankan bisnis selama 28 tahun tentu saja ada naik-turunnya. Salah satu tantangan terberat ketika setelah lima tahun pertama berdiri, Kota Padang dilanda gempa dahsyat. Kejadian itu tentu membuat bisnisnya jatuh. Lalu jika ingin terus melanjutkan bisnisnya, toko Kripik Balado Shirley harus dibangun dari awal.

2. Sempat ingin tutup toko selama-lamanya

Mitra Usaha GoFood, Vallencia Melvinsy, Head of Marketing & PR Kripik Balado Shirley di stand makanan dan minuman lokal dalam Paviliun Indonesia, Davos, Swiss (Dok. Gojek)

Kejadian gempa itu sempat membuat ingin menutup toko selama-lamanya. Sebab, untuk membangun lagi dari awal tentu membutuhkan biaya yang tak murah. Namun berkat dukungan dari keluarga, pelanggan setia, dan pemerintah kota setempat, toko Kripik Balado Shirley mampu berdiri dan dibuka kembali tahun 2010.

Dengan dibukanya kembali toko Kripik Balado Shirley, para pelanggan setia menyambut dengan suka cita. Hal itu membuat Kripik Balado Shirley kembali memiliki energi untuk terus mengembangkan usaha.

3. Inovasi semakin digencarkan

Bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di stan makanan dan minuman nusantara di Paviliun Indonesia, Davos, Swiss (Dok.Gojek)

Semangat itu dibuktikan dengan banyaknya inovasi produk yang dilakukan melalui bahan bakunya yang kini bervariasi seperti singkong, emping, kacang, kentang, dan lain sebagainya. 

Kerennya dari segi kemasan pun Kripik Balado Shirley merupakan UMKM pertama di Kota Padang yang menggunakan kemasan alumunium foil sejak 2017. Selain itu dalam perkembangan teknologi dan ekonomi digital saat ini, Kripik Balado Shirley turut mengadopsi teknologi digital bersama GoFood sebagai layanan pesan antar makanan online.

4. Dibantu ekosistem GoFood untuk bersinar di panggung dunia

Kripik Balado Shirley (Dok.Gojek)

Dengan bergabung dengan GoFood pada 2019, Kripik Balado Shirley berhasil melalui masa pandemik dengan mencatatkan pencapaian penjualannya sebesar 30-50% sebelum menggunakan teknologi digital. 

Bayu Ramadhan selaku Vice President, Group Head of Merchant Marketing GoFood juga mengungkapkan bahwa GoFood merupakan ekosistem GoTo yang senantiasa terus mendampingi mitra usaha, terutama UMKM di Indonesia agar dapat bergerak dan berkembang maju. 

“Atas kepercayaan dari Pemerintah Indonesia, kami memboyong mitra usaha Kripik Balado Shirley untuk dapat perkenalkan produk andalan khas Sumatera Barat kepada dunia. Melalui keterlibatan dalam acara di kancah internasional ini, GoFood berharap dapat memberikan inspirasi dan dorongan kepada UMKM Indonesia untuk bangkit bersama dalam masa pemulihan ekonomi setelah melalui hari-hari yang penuh tantangan saat pandemi,” pungkasnya.

Selain itu berkat go-digital bersama GoFood, Kripik Balado Shirley terpilih sebagai perwakilan mitra usaha kuliner GoTo di Paviliun Indonesia, Davos, Swiss. GoFood ternyata memfasilitasi pula mitra usaha bahkan di luar ekosistem teknologinya seperti mensponsori secara penuh mitra usaha karya anak bangsa yang memiliki peranan besar memperkenalkan makanan dan minuman khas Indonesia di Paviliun Indonesia di Davos.

“Terima kasih kepada GoTo dan GoFood yang telah memberikan kesempatan besar ini kepada Kripik Balado Shirley. Sebuah kebanggan bagi kami dapat berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia untuk memperkenalkan produk unggulan dari Sumatera Barat di kancah internasional. Harapannya, industri UMKM lainnya dapat terus berkembang dan terinspirasi untuk percayakan usahanya kepada teknologi digital. Kami juga berharap selain Kripik Balado Shirley akan ada perwakilan mitra usaha kuliner lainnya yang dapat berpartisipasi dan memperkenalkan produk lokalnya kepada dunia,” jelas Head of Marketing & PR Kripik Balado Shirley Vallencia Melvinsy. (WEB)

Editorial Team