Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
https://www.pexels.com/id-id/foto/meja-lampu-windows-desain-12420730/
ilustrasi ruang modern klasik (pexels.com/Gustavo Galeano Maz)

Intinya sih...

  • Klasik fungsional dengan furnitur sederhana dan proporsional, cocok untuk gaya hidup aktif yang tetap menghargai keteraturan.

  • Palet warna netral hangat memberi fleksibilitas visual dan mudah dipadukan dengan elemen lain seiring waktu.

  • Pilih furnitur berkarakter dan berkualitas jangka panjang, serta tambahkan sentuhan seni sebagai narasi personal dalam ruangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gaya hidup modern menuntut ruang yang adaptif. Aktivitas berpindah cepat, peran yang multitasking, serta kebutuhan akan kenyamanan emosional membuat dekorasi ruangan tak lagi sekadar soal estetika. Namun, di tengah dinamika itu, sentuhan klasik justru hadir sebagai penyeimbang.

Konsep dekorasi ini memberi rasa tenang, berkarakter, dan tidak mudah lekang oleh waktu. Klasik hari ini bukan soal kuno, melainkan tentang nilai yang terus berkembang. Berikut lima konsep dekorasi ruangan yang mampu menjawab gaya hidup dinamis tanpa kehilangan kedalaman klasiknya.

1. Klasik fungsional yang elegan tanpa ribet

ilustrasi ruang klasik modern (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Konsep klasik sering dianggap penuh ornamen dan rumit. Padahal, pendekatan klasik modern justru menitikberatkan pada fungsi. Pilih furnitur dengan desain sederhana namun proporsional. Meja kayu solid dengan detail halus, sofa berpotongan tegas, atau lemari built-in bernuansa hangat.

Ruang dengan gaya ini terasa dewasa dan tertata. Sangat cocok untuk mereka yang hidup aktif namun tetap menghargai keteraturan. Klasik fungsional memungkinkan ruangan tetap rapi meski aktivitas padat. Ini dikarenakan setiap elemen punya tujuan jelas, bukan sekadar pajangan.

2. Palet netral hangat yang fleksibel

ilustrasi ruang klasik modern (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Gaya hidup dinamis menuntut fleksibilitas visual. Palet warna netral seperti cream, beige, taupe, atau abu hangat adalah fondasi klasik yang aman. Warna-warna ini memberi ruang bernapas bagi pikiran, sekaligus mudah dipadukan dengan elemen lain seiring waktu.

Saat selera berkembang, kita bisa menambahkan aksen warna melalui bantal, lukisan, atau karpet tanpa perlu mengubah keseluruhan konsep. Inilah kekuatan klasik yang menghadirkan nuansa stabil sebagai dasar, luwes untuk beradaptasi.

3. Furnitur berkarakter, bukan sekadar tren

ilustrasi ruang klasik modern (pexels.com/Pixabay)

Dalam gaya hidup yang cepat berubah, mengikuti tren sepenuhnya justru melelahkan. Konsep klasik berkembang mengajarkan seleksi yang matang. Pastikan memilih furnitur dengan karakter kuat dan kualitas jangka panjang.

Misalnya kursi berlengan dengan siluet klasik, meja kopi kayu dengan serat alami, atau rak buku berdesain timeless. Furnitur seperti ini tak hanya tahan secara fisik, tapi juga emosional. Ruangan pun tumbuh bersama pemiliknya, bukan terasa usang.

4. Sentuhan seni sebagai narasi personal

ilustrasi ruang klasik modern (pexels.com/Pixabay)

Klasik yang berkembang selalu membuka ruang bagi cerita. Hiasan dinding, karya seni, atau dekor personal bukan sekadar pelengkap, melainkan penanda perjalanan hidup. Untuk gaya hidup dinamis, pilih seni yang bermakna namun tidak terlalu ramai.

Contohnya lukisan dengan komposisi seimbang, foto hitam-putih, atau patung kecil bertekstur halus. Elemen ini memberi kedalaman visual tanpa mengganggu fokus. Pastinya menjadikan ruangan sebagai tempat refleksi di tengah ritme cepat keseharian.

5. Tata cahaya yang adaptif dan berlapis

ilustrasi ruang klasik modern (pexels.com/Rahib Yaqubov)

Cahaya adalah kunci kenyamanan dalam ruang klasik modern. Gaya hidup dinamis membutuhkan pencahayaan yang bisa berubah sesuai aktivitas. Terang saat bekerja, namun memancarkan nuansa hangat saat beristirahat.

Gunakan konsep layered lighting dimana lampu utama untuk fungsi, lampu meja atau lantai untuk suasana, serta aksen cahaya pada sudut tertentu. Pilih armatur dengan desain klasik sederhana agar tetap menyatu dengan konsep. Hasilnya, ruangan terasa hidup, fleksibel, dan selalu relevan dengan kebutuhan waktu.

Dekorasi ruangan untuk gaya hidup dinamis tak harus selalu futuristik atau serba minimal. Dengan pendekatan klasik yang berkembang, ruangan justru menjadi lebih adaptif, matang, dan berkarakter. Ia tidak memaksa mengikuti tren, tapi memberi ruang untuk tumbuh bersama penghuninya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian