Pernah mendengar tentang digital accessibility? Secara sederhana, digital accessibility merupakan konsep ketika produk digital, seperti aplikasi, web, hingga konten media sosial, dapat diakses, digunakan, serta dipahami oleh semua pengguna tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas. Sebagaimana kita ketahui, dunia digital merupakan ruang publik. Ini berarti konten yang disajikan di dalamnya harus bisa menjangkau siapa saja.
Sayangnya, gak sedikit pembuat konten mengabaikan prinsip aksesibilitas ini. Padahal, mendesain konten yang inklusif gak hanya soal urusan teknis, tetapi juga empati dan penghargaan. Lantas, bagaimana caranya mendesain konten yang gak egois dan lebih inklusif?
