Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
muslimah
ilustrasi muslimah (pexels.com/rie rosa)

Intinya sih...

  • Bulatkan niat dan berdoa agar kamu dikuatkan berpuasa sebulan penuh

  • Takjil memang menggoda, tapi prioritaskan hidangan utama

  • Minum air putih yang cukup

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Untukmu yang telah memutuskan berpindah keyakinan dan menganut agama Islam, artinya harus menjalankan ibadah wajib. Selain salat lima waktu setiap hari, dirimu juga mesti menunaikan ibadah puasa Ramadan. Bila tahun ini bukan Ramadan pertamamu mungkin tak lagi terlalu berat.

Apalagi setelah bulan suci tahun lalu, dirimu lantas membiasakan diri buat berpuasa sunah. Tubuh sudah makin terbiasa untuk menahan lapar serta haus sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Namun, kalau Ramadan tahun ini akan menjadi puasa pertamamu, rasanya pasti campur aduk.

Apalagi dirimu gak terbiasa melakukan IF atau intermitten fasting. Satu sisi, kamu ingin merasakan puasa seperti umat muslim di seluruh dunia. Di sisi lain, dirimu takut sekali gak bakal kuat dan malah jatuh sakit. Jangan negative thinking dulu! Ada beberapa tips lancar puasa untuk mualaf yang bisa dipraktikkan. Ini sembilan tipsnya!

1. Bulatkan niat dan berdoa agar kamu dikuatkan berpuasa sebulan penuh

ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)

Niat amat penting sebelum kamu melakukan apa pun. Apalagi berkaitan dengan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik dan batin. Mulai sekarang terus kasih semangat ke diri sendiri buat bisa berpuasa sebulan penuh.

Tepis setiap rasa ragu dalam hatimu. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa supaya Allah SWT memberimu kekuatan serta kesehatan biar mampu berpuasa hingga tuntas. Yakini doamu akan didengar dan dikabulkan.

2. Takjil memang menggoda, tapi prioritaskan hidangan utama

ilustrasi seporsi nasi lengkap (pexels.com/Kai-Chieh Chan)

Salah satu daya tarik di bulan puasa adalah berburu takjil atau makanan untuk berbuka. Ada kolak, aneka es, gorengan, kue, dan sebagainya. Tentu saja kamu sangat boleh membeli dan menikmatinya.

Akan tetapi, jangan biarkan dirimu kekenyangan takjil sampai tidak makan besar. Nutrisi takjil tak sama seperti seporsi nasi dengan lauk serta sayur. Agar puasamu lancar, kamu gak cuma butuh makan asal kenyang. Nutrisinya juga mesti seimbang.

3. Minum air putih yang cukup

ilustrasi segelas air putih (pexels.com/Lisa from Pexels)

Teh hangat dan aneka es memang enak. Rasa manis dan menyegarkan seketika menghapus dahaga seharian. Namun, masing-masing cukup satu gelas, ya. Teh hangat satu gelas sedang.

Aneka es pun sama. Selebihnya kamu minum air putih yang cukup. Apabila selama waktu berbuka sampai sahur konsumsi air putihmu kurang, akibatnya terasa sekali di siang harinya. Tubuh lebih lemas bahkan dirimu dapat mengalami sembelit.

4. Jangan tidur terus

ilustrasi tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Puasa memang bikin kamu gampang mengantuk. Energimu terbatas. Terutama di siang jelang sore hari. Dirimu gak rebahan saja, rasanya akan segera terlelap.

Namun, tidur terus sepanjang siang malah bikin tubuh terasa lemah sekali dan kepala sakit. Bila pun ada waktu untukmu tidur siang, cukup 1 atau 2 jam saja. Sekadar buat mengganti kekurangan waktu tidur malam karena dirimu mesti bangun untuk sahur.

5. Kurangi kegiatan di luar ruangan pada siang hari

ilustrasi di rumah (pexels.com/Vlada Karpovich)

Kalau gak penting-penting amat tak usah beraktivitas di luar ruangan selama siang hari. Apalagi cuaca sedang panas-panasnya. Tinggal di dalam ruangan membantu menghemat energimu. Jika dirimu harus bepergian, geser ke pagi atau sore sekalian sebelum sinar matahari terasa menyengat.

6. Jangan suka bergadang meski nanti bangun sahur

ilustrasi bergadang (pexels.com/cottonbro studio)

Memang waktu santap sahur bisa bikin tidur malam terasa tanggung. Khususnya kalau kamu tipe orang yang tak mudah bangun dini hari. Dirimu lantas memilih tidurnya nanti saja sekalian sehabis sahur dan salat Subuh.

Hati-hati, itu dapat membuatmu merasa sangat lelah serta lemah. Ujung-ujungnya malah kamu jatuh sakit. Kamu perlu tidur sekitar jam 22.00 atau 23.00. Bangun sahur pukul 03.00 pasti mudah karena dirimu telah tidur lumayan lama.

7. Kurangi gorengan

ilustrasi gorengan (pexels.com/Markus Winkler)

Selain takjil yang manis-manis, gorengan juga menjadi favorit masyarakat Indonesia untuk berbuka puasa. Gorengan cukup ditemani saus, kecap, atau cabai rawit sudah terasa enak sekali buat kawan minum teh hangat atau es buah. Satu gorengan jelas gak cukup. Pasti kamu ingin menambah.

Akan tetapi, mengonsumsi banyak gorengan saat buka puasa bisa membuat besok tenggorokanmu gak enak. Kamu mengalami radang karena minyak berlebih plus sama sekali tidak minum selama berpuasa. Padahal, bila gorengan dibatasi puasamu bakal lancar-lancar saja.

8. Konsultasi ke dokter bila ada penyakit tertentu dan kudu minum obat

ilustrasi dokter (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Bila kamu menderita penyakit tertentu seperti maag, GERD, diabetes, atau lainnya yang rawan memburuk berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu. Demikian pula jika dirimu masih dalam pengobatan panjang yang memerlukan konsumsi obat rutin plus harus sangat menjaga kondisi. Seperti pengobatan kanker.

Tanyakan pada dokter apakah sudah memungkinkan untukmu berpuasa? Bila pun kondisi medis membuatmu benar-benar gak bisa berpuasa Ramadan, jangan khawatir. Dirimu dapat menggantinya di lain hari jika telah sehat kembali atau membayar fidyah.

9. Cari dukungan dari sesama mualaf atau orang yang lama memeluk Islam

ilustrasi pertemanan (pexels.com/Andika Rasyid)

Sebagai mualaf kadang muncul perasaan sendirian yang bikin tekadmu berpuasa melemah. Atau, puasa menjadi terasa berat sekali. Apalagi kamu berada di lingkungan yang didominasi penganut agama lain.

Kalau ada teman atau saudara sesama mualaf, bergabunglah untuk saling kasih support. Kalian dapat sesekali berbuka puasa bersama, saling membangunkan sahur, dan mengikuti pengajian bareng. Bila tak ada kenalan mualaf, semua kawan dan saudara yang sudah menganut agama Islam sejak dulu pasti juga siap menyemangatimu.

Walau puasa terasa berat, sebagai muslim dirimu tetap harus menjalankannya. Jika pun nanti ada hari ketika puasamu bolong, ganti di lain hari. Meski begitu, tetaplah berusaha sekuat tenaga untuk menjalankannya sebaik mungkin dengan menerapkan tips lancar puasa untuk mualaf, seperti pada penjelasan di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team