Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi belajar otodidak
ilustrasi belajar otodidak (unsplash.com/Getty Images)

Intinya sih...

  • Menentukan skill dan tujuan belajar yang jelas membantu fokus dan pengukuran progres secara realistis.

  • Pemilihan sumber belajar yang kredibel dan mudah dipahami membantu pemahaman berkembang secara bertahap.

  • Jadwal belajar yang realistis, konsisten, serta evaluasi progres membantu proses belajar berjalan lebih stabil.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Belajar skill baru kini terasa lebih dekat karena internet menyediakan akses ke berbagai sumber pengetahuan. Banyak orang ingin meningkatkan kemampuan diri, tetapi sering bingung harus mulai dari mana. Padahal, proses belajar mandiri bisa dimulai dengan langkah sederhana yang terarah.

Belajar secara otodidak menuntut kesadaran tujuan dan konsistensi sejak awal. Internet berperan sebagai alat bantu, bukan penentu hasil akhir. Beberapa langkah berikut ini bisa kamu ikuti agar proses belajar terasa lebih terstruktur dan tidak mudah berhenti di tengah jalan.

1. Tentukan skill yang ingin dipelajari dan tujuan akhirnya

ilustrasi belajar skill (unsplash.com/Surface)

Menentukan satu skill yang jelas membantu fokus tetap terjaga sejak awal. Tujuan yang spesifik, seperti untuk kebutuhan kerja atau pengembangan diri, membuat proses belajar lebih bermakna. Arah yang jelas juga membantu menyaring materi yang relevan di internet.

Selain itu, tujuan akhir membantu mengukur perkembangan secara realistis. Kamu bisa menentukan capaian kecil yang ingin diraih dalam jangka waktu tertentu. Dengan cara ini, proses belajar terasa lebih terkontrol dan tidak melebar ke topik lain yang belum dibutuhkan.

2. Pilih sumber belajar yang kredibel dan mudah dipahami

ilustrasi course online (unsplash.com/Lewis Keegan)

Internet menawarkan banyak pilihan sumber, mulai dari artikel, video, hingga kursus daring. Penting untuk memilih sumber yang disusun secara sistematis dan memiliki reputasi baik. Materi yang jelas dan runtut membantu pemahaman berkembang secara bertahap.

Gunakan lebih dari satu sumber untuk memperkaya sudut pandang. Perbandingan antar materi membantu menghindari pemahaman yang keliru. Dengan sumber yang tepat, waktu belajar dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.

3. Susun jadwal belajar yang realistis dan konsisten

ilustrasi menyusun jadwal (unsplash.com/Karolina Grabowska)

Belajar otodidak membutuhkan manajemen waktu yang baik agar tidak mudah tertunda. Jadwal yang realistis membantu proses belajar menyatu dengan rutinitas harian. Konsistensi lebih penting dibanding durasi belajar yang terlalu panjang.

Menentukan waktu belajar yang sama setiap hari membantu membangun kebiasaan. Rutinitas ini membuat belajar terasa lebih ringan karena sudah menjadi bagian dari aktivitas harian. Dalam jangka panjang, kebiasaan kecil ini memberi dampak yang signifikan.

4. Praktikkan materi secara langsung dan bertahap

ilustrasi mempraktikkan materi (unsplash.com/Getty Images)

Pemahaman akan lebih kuat ketika materi langsung dipraktikkan. Praktik membantu menghubungkan teori dengan situasi nyata yang dihadapi. Kesalahan yang muncul saat praktik justru menjadi bagian penting dari proses belajar.

Mulailah dari latihan sederhana sebelum beralih ke tingkat yang lebih kompleks. Pendekatan bertahap membantu kepercayaan diri tumbuh seiring kemampuan meningkat. Dengan praktik rutin, skill yang dipelajari menjadi lebih melekat.

5. Evaluasi progres dan terbuka terhadap perbaikan

ilustrasi mencatat progres (pexels.com/RF._.studio _)

Evaluasi membantu melihat sejauh mana perkembangan yang sudah dicapai. Proses ini bisa dilakukan dengan meninjau ulang materi atau mencoba tantangan baru. Dari sini, kamu bisa mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Terbuka terhadap masukan dari komunitas atau forum online juga sangat membantu. Diskusi dengan orang lain memberi sudut pandang baru yang mungkin terlewat. Evaluasi yang rutin menjaga proses belajar tetap relevan dan berkembang.

Belajar skill baru secara otodidak lewat internet membutuhkan arah, disiplin, dan kesabaran. Langkah yang sederhana namun terencana membantu proses belajar berjalan lebih stabil. Dengan pendekatan yang tepat, internet dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian