ilustrasi minta maaf ke diri sendiri (pexels.com/cottonbro studio)
Berbeda dengan ucapan yang bisa disampaikan dalam satu momen, menerima diri sendiri tidak selalu bisa selesai dalam waktu singkat. Ada proses yang berjalan perlahan, mengikuti kesiapan masing-masing. Misalnya, seseorang mungkin baru bisa menerima kesalahan setelah melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Hal ini tidak bisa dipercepat hanya karena suasana Lebaran.
Memaksakan diri untuk segera merasa lega justru bisa membuat perasaan semakin berat. Lebih baik memberi ruang agar proses berjalan secara alami tanpa tekanan. Setiap orang punya waktunya sendiri untuk sampai pada titik menerima. Tidak ada ukuran pasti kapan harus selesai. Justru dengan memberi waktu, prosesnya bisa terasa lebih jujur dan tidak terburu-buru.
Lebaran memang mengajarkan arti memaafkan, tetapi tidak semua proses terlihat dari luar. Memaafkan diri sendiri sering berjalan lebih sunyi dan membutuhkan waktu lebih panjang dibanding memaafkan orang lain. Jadi, jika proses itu terasa lambat, apakah benar itu berarti ada yang salah, atau justru memang sedang berjalan sebagaimana mestinya?