Lebaran selalu datang dengan cerita yang sama setiap tahunnya. Tiket yang diburu sejak jauh hari, jalanan yang padat, koper yang penuh oleh-oleh, dan rasa tidak sabar untuk segera sampai di kampung halaman. Semua terasa sibuk dan serba cepat, seolah Lebaran adalah tentang perjalanan pulang yang harus berhasil ditempuh.
Di tengah semua itu, tanpa sadar, ada makna yang perlahan terlewat. Kita terlalu fokus pada perjalanan fisik sampai lupa bahwa Lebaran juga tentang perjalanan hati. Padahal yang paling penting bukan hanya sampai di rumah, tetapi sampai pada versi diri yang lebih baik. Jadi, sebelum sibuk dengan koper dan rencana perjalanan, yuk sejenak berhenti dan simak makna Lebaran yang sesungguhnya!
