Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi berbuka puasa
ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/David Tumpal)

Intinya sih...

  • Tentukan anggaran harian secara jelas, bagi dana dengan realistis dan bawa uang tunai sesuai jumlahnya untuk menghindari belanja berlebihan.

  • Buat daftar menu sebelum berangkat, fokus pada pilihan yang sudah dipikirkan sebelumnya untuk mengurangi pemborosan akibat pembelian spontan.

  • Prioritaskan kebutuhan bukan keinginan, pilih takjil yang cukup untuk berbuka tanpa berlebihan dalam jumlah maupun variasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Suasana menjelang berbuka selalu terasa meriah dengan deretan penjual takjil yang menggoda selera. Aneka gorengan, minuman manis, hingga makanan kekinian sering membuat kita ingin membeli semuanya tanpa banyak pertimbangan. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini bisa membuat pengeluaran harian melonjak tanpa terasa.

Mengatur budget belanja takjil bisa membantu kamu tetap menikmati momen berbuka tanpa khawatir kondisi keuangan terganggu. Perencanaan sederhana dan disiplin dalam menentukan prioritas membuat pengeluaran lebih terkendali sepanjang bulan puasa. Berikut beberapa tips mengatur budget belanja takjul agar gak berlebihan dan tetap bisa berbuka dengan nyaman tanpa rasa bersalah di akhir bulan.

1. Tentukan anggaran harian secara jelas

ilustrasi menghitung uang (unsplash.com/Alexander Grey)

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan batas pengeluaran khusus untuk takjil setiap hari. Hitung total dana yang tersedia selama satu bulan, lalu bagi secara realistis agar tetap sesuai dengan kebutuhan pokok lainnya. Anggaran yang jelas membuat kamu lebih sadar saat memilih makanan di lapak penjual.

Saat sudah menentukan nominal, biasakan membawa uang tunai sesuai jumlah tersebut agar tidak tergoda belanja berlebihan. Cara ini membantu kamu lebih disiplin karena ada batas fisik yang mengingatkan. Dengan kontrol sederhana seperti ini, pengeluaran harian lebih mudah dijaga.

2. Buat daftar menu sebelum berangkat

ilustrasi membuat daftar menu (unsplash.com/Glenn Carstens-Peters)

Rasa lapar sering membuat keputusan belanja menjadi impulsif. Sebelum keluar rumah, tentukan menu berbuka yang benar-benar ingin dibeli agar tidak tergoda membeli makanan tambahan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Perencanaan ini membantu kamu fokus pada pilihan yang sudah dipikirkan sebelumnya.

Dengan daftar menu yang jelas, kamu bisa membandingkan harga dan memilih penjual dengan kualitas terbaik. Kebiasaan ini mengurangi pemborosan akibat pembelian spontan yang sering terjadi saat melihat makanan menarik. Belanja menjadi lebih terarah dan efisien.

3. Prioritaskan kebutuhan bukan keinginan

ilustrasi membeli takjil (pexels.com/Jack Sparrow)

Saat melihat banyak pilihan, penting untuk membedakan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya sekadar ingin dicoba. Pilih takjil yang cukup untuk berbuka tanpa berlebihan dalam jumlah maupun variasi. Porsi yang wajar membantu menjaga keuangan sekaligus kesehatan.

Membeli dalam jumlah terlalu banyak sering berakhir dengan makanan terbuang. Kondisi tersebut berarti uang ikut terbuang tanpa manfaat. Dengan memilih secukupnya, kamu bisa menikmati hidangan berbuka dengan lebih bijak.

4. Pertimbangkan membuat takjil sendiri

ilustrasi memasak takjil (pexels.com/RDNE Stock project)

Membuat takjil di rumah tentunya lebih hemat dibanding membeli setiap hari. Bahan seperti kolak, es buah, atau puding dapat dibuat dalam porsi lebih banyak dengan biaya yang lebih terkendali. Selain hemat, kamu juga bisa menyesuaikan rasa dan kualitas bahan sesuai selera.

Kegiatan menyiapkan takjil sendiri memberi kepuasan tersendiri karena kamu terlibat langsung dalam prosesnya. Pengeluaran pun lebih mudah diprediksi karena belanja bahan dilakukan dalam skala mingguan. Cara ini membantu menekan biaya harian secara signifikan.

5. Catat pengeluaran secara rutin

ilustrasi mencatat pengeluaran (unsplash.com/Svitlana)

Mencatat setiap pengeluaran membantu kamu melihat pola belanja selama bulan puasa. Dengan data sederhana ini, kamu bisa mengevaluasi apakah anggaran sudah sesuai atau perlu disesuaikan. Kesadaran finansial meningkat ketika kamu mengetahui secara rinci ke mana uang digunakan.

Catatan pengeluaran juga membantu menghindari kebiasaan boros yang berulang. Saat melihat angka yang tercatat, kamu lebih termotivasi untuk tetap disiplin. Pengelolaan sederhana seperti ini membuat kondisi keuangan tetap stabil hingga akhir Ramadan.

Mengatur budget belanja takjil agar gak berlebihan membutuhkan perencanaan dan kontrol diri yang konsisten. Anggaran yang jelas, daftar menu, serta kebiasaan mencatat pengeluaran membantu mencegah pemborosan. Dengan langkah yang teratur, kamu bisa menikmati momen berbuka tanpa membuat keuangan terganggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team