Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi evaluasi saat ramadan
ilustrasi evaluasi saat ramadan (unsplash.com/Artur Aldyrkhanov)

Intinya sih...

  • Perubahan jadwal membuat rutinitas terasa lebih jelas, memunculkan kesadaran akan kegiatan penting dan waktu luang yang terbuang percuma.

  • Obrolan selama Ramadan membuka perspektif baru, mendorong orang untuk menilai ulang arah hidup dan keputusan yang ditunda.

  • Pengeluaran berbeda selama Ramadan membuat orang lebih sadar kondisi keuangan, memicu langkah sederhana dalam mengelola uang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ramadan sering terasa seperti jeda di tengah rutinitas yang biasanya berjalan cepat, sehingga banyak orang mendadak mulai memikirkan ulang arah hidup serta kebiasaan yang selama ini dijalani tanpa banyak pertimbangan. Perubahan jam makan, waktu istirahat, sampai cara mengisi malam membuat aktivitas sehari-hari terasa berbeda dari bulan lain.

Situasi itu pelan-pelan membuat hal kecil yang biasanya terlewat jadi lebih terlihat. Tidak sedikit yang tiba-tiba memikirkan ulang pekerjaan, pergaulan, hingga cara mengatur uang. Berikut beberapa alasan yang membuat seseorang mulai mengevaluasi hidup saat Ramadan.

1. Perubahan jadwal membuat rutinitas terasa lebih jelas

ilustrasi sahur (pexels.com/ Michael Burrows)

Ketika jam makan pindah ke sahur dan berbuka, banyak orang baru menyadari betapa padat kegiatan yang biasa dijalani. Waktu yang sebelumnya terasa cukup mendadak seperti cepat habis, terutama saat harus membagi tenaga antara pekerjaan, perjalanan, dan ibadah. Dari situ mulai terlihat kegiatan mana yang memang penting dan mana yang hanya dilakukan karena sudah terbiasa sejak lama.

Perubahan ini juga membuat orang lebih peka terhadap waktu luang yang selama ini dianggap sepele. Ada yang baru sadar sebagian besar waktunya habis untuk hal kecil seperti membuka media sosial tanpa tujuan atau menunda pekerjaan ringan. Kesadaran sederhana ini sering memicu keinginan merapikan jadwal agar hidup terasa lebih ringan setelah Ramadan selesai.

2. Obrolan membuat orang melihat hidup dari sudut baru

ilustrasi ngobrol (pexels.com/Cliff Booth)

Ramadan identik dengan banyak momen berkumpul, mulai dari buka bersama hingga mengobrol setelah tarawih. Dalam suasana santai seperti itu, topik pembicaraan sering melebar ke pengalaman kerja, rencana masa depan, sampai cerita perubahan hidup. Tanpa disadari, obrolan tersebut membuat orang ikut memikirkan perjalanan hidupnya sendiri.

Bukan soal merasa tertinggal, melainkan karena mendengar cerita orang lain sering membuka perspektif baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Ada yang jadi tertarik mencoba bidang kerja berbeda, ada pula yang mulai mempertimbangkan keputusan yang selama ini ditunda. Dari situ muncul dorongan untuk menilai ulang arah yang sedang dijalani.

3. Pengeluaran berbeda membuat orang lebih sadar kondisi keuangan

ilustrasi pengeluaran (pexels.com/Karola G)

Selama Ramadan, pola belanja biasanya berubah karena ada kebutuhan tambahan seperti makanan berbuka, sahur, dan kegiatan sosial. Situasi ini membuat pengeluaran terasa lebih terlihat karena frekuensinya meningkat dalam waktu singkat. Banyak orang akhirnya mulai memperhatikan ke mana saja uang mereka digunakan selama sebulan.

Kesadaran ini sering memicu langkah sederhana, seperti mulai mencatat pengeluaran harian atau menahan belanja spontan yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Beberapa orang bahkan baru menyadari kebiasaan kecil yang selama ini menguras uang tanpa terasa. Dari pengalaman itu, muncul keinginan menata ulang cara mengelola keuangan setelah Ramadan.

4. Pertemuan keluarga membuat orang menilai ulang kedekatan hubungan

ilustrasi kumpul keluarga (unsplash.com/Samuel Yongbo Kwon)

Ramadan sering membawa kesempatan untuk bertemu keluarga atau teman yang jarang ditemui karena kesibukan masing-masing. Dari pertemuan tersebut, banyak orang baru menyadari hubungan mana yang terasa hangat dan mana yang sudah lama renggang. Momen kebersamaan ini membuat orang melihat kembali kualitas relasi yang dimiliki.

Ada yang mulai rutin menghubungi orangtua setelah sadar jarang memberi kabar. Ada pula yang kembali menjalin komunikasi dengan teman lama karena merasa kehilangan kedekatan. Kesadaran ini biasanya muncul secara alami karena suasana Ramadan membuat orang lebih mudah meluangkan waktu untuk orang terdekat.

5. Kebiasaan menahan diri membuat orang melihat ulang gaya hidup

ilustrasi bermain ponsel sebelum tidur (pexels.com/SHVETS production)

Puasa membuat orang lebih sadar terhadap kebiasaan yang sebelumnya dilakukan tanpa berpikir panjang. Hal sederhana seperti waktu makan, penggunaan gawai, sampai cara mengisi malam mendadak terasa lebih teratur. Dari situ banyak yang mulai menyadari kebiasaan mana yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Pengalaman menahan diri selama sebulan sering memunculkan keinginan membawa perubahan kecil setelah Ramadan berakhir. Misalnya, lebih bijak mengatur waktu tidur atau tidak lagi berlebihan dalam konsumsi tertentu. Perubahan ini biasanya berawal dari kesadaran sederhana yang muncul selama menjalani puasa.

Beberapa orang sering kali mengevaluasi hidup saat Ramadan. Tujuannya untuk melihat hidup dengan lebih jernih karena memberi kesempatan kepada kamu untuk berhenti sejenak. Perubahan jadwal, suasana kebersamaan, serta kebiasaan baru membuat banyak orang lebih peka terhadap hal-hal yang sebelumnya terlewat. Setelah bulan ini berakhir, perubahan kecil apa yang ingin benar-benar dipertahankan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team