Pernahkah kamu mendengar istilah crab mentality atau mentalitas kepiting? Istilah ini mungkin belum luas dikenal karena umumnya hanya digunakan di lingkungan tertentu, seperti dunia kerja. Namun sayangnya, banyak orang yang memiliki mentalitas ini tanpa sepenuhnya menyadari dampaknya. Lantas, seperti apa sebenarnya crab mentality itu?
Konsep ini terinspirasi dari perilaku kepiting yang terperangkap dalam ember. Setiap kepiting akan berusaha memanjat untuk keluar, tetapi ketika satu kepiting hampir berhasil mencapai bibir ember, kepiting lain justru menariknya turun. Sepintas, ini mungkin terlihat seperti solidaritas karena semua akhirnya tetap bersama dalam nasib yang sama. Namun, kenyataannya justru kepiting-kepiting tersebut tidak tahan melihat rekannya berhasil, sehingga memilih bertahan bersama dalam keadaan terpuruk.
Crab mentality adalah analogi yang tepat untuk menggambarkan orang-orang yang tidak suka atau tersaingi saat melihat orang lain meraih kemajuan atau kesuksesan. Di lingkungan kerja, mentalitas ini sering muncul karena persaingan yang kerap tak terhindarkan. Sebagian karyawan terus-menerus berlomba, sulit menerima kekalahan, dan enggan jujur pada diri sendiri. Pola pikir seperti itu justru merusak diri sendiri hingga dapat merusak pertemanan. Oleh karena itu, berikut adalah lima cara untuk menghindari mental crab!
