Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi lingkungan Oxford.
ilustrasi lingkungan Oxford (pexels.com/Sergey Guk)

Intinya sih...

  • Gaudy Night — Dorothy L. Sayers - Novel klasik berlatar Oxford dengan misteri reuni alumni yang menegangkan.

  • The Oxford Murders — Guillermo Martínez - Cerita matematika dan pembunuhan di Oxford, diadaptasi menjadi film.

  • The Wench Is Dead — Colin Dexter - Inspector Morse menyelidiki kasus pembunuhan abad ke-19 di Oxford dari rumah sakitnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Oxford selama ini dikenal sebagai kota akademik yang tenang, penuh perpustakaan tua dan lorong batu bersejarah. Namun di balik citra elegan itu, banyak novel justru memanfaatkan Oxford sebagai latar misteri, kejahatan, dan rahasia yang perlahan terkuak. Atmosfer kampus tua membuat kota ini terasa sempurna untuk kisah-kisah penuh teka-teki.

Mulai dari misteri klasik era Golden Age hingga novel kriminal modern, Oxford sering digambarkan sebagai tempat di mana logika, ambisi, dan sisi gelap manusia saling bertabrakan. Tujuh novel berikut membuktikan bahwa Oxford bukan hanya kota para cendekiawan, tapi juga sarang misteri yang menggugah rasa ingin tahu pembaca. Berikut tujuh judul novel yang mengungkap misteri tersembunyi di Kota Oxford.

1. Gaudy Night — Dorothy L. Sayers

Gaudy Night (goodreads.com)

Novel klasik terbitan 1935 ini hampir selalu masuk daftar bacaan wajib untuk fiksi kriminal berlatar Oxford. Gaudy Night membawa pembaca ke Shrewsbury College, almamater Harriet Vane, saat perayaan reuni alumni yang seharusnya meriah justru berubah mencekam. Serangkaian surat ancaman anonim dan aksi vandalisme menciptakan suasana penuh ketegangan.

Lord Peter Wimsey dan Harriet Vane menyelidiki kasus ini dengan pendekatan yang tidak hanya fokus pada siapa pelakunya, tetapi juga pada isu moral dan intelektual. Misterinya berkembang perlahan namun intens, hingga akhirnya mencapai klimaks yang memuaskan. Novel ini terasa cerdas, elegan, dan sangat Oxford dalam nuansanya.

2. The Oxford Murders — Guillermo Martínez

The Oxford Murders (publishersweekly.com)

Diterbitkan pada 2005, novel ini memadukan matematika dengan pembunuhan berantai yang rumit. Ceritanya mengikuti seorang mahasiswa asal Argentina yang tinggal di Oxford, ketika pemilik rumahnya ditemukan tewas dengan simbol matematika misterius di lokasi kejadian. Bersama seorang profesor Oxford, ia mencoba menguraikan pola di balik pembunuhan tersebut.

Novel ini menonjol karena cara Martínez menyulap konsep matematika dan logika menjadi bagian penting dari narasi kriminal. Oxford digambarkan sebagai ekosistem intelektual yang memengaruhi cara berpikir para tokohnya. Cerdas, menantang, dan penuh twist, novel ini bahkan diadaptasi menjadi film yang dibintangi Elijah Wood dan John Hurt.

3. The Wench Is Dead — Colin Dexter

The Wench Is Dead (goodreads.com)

Inspector Morse adalah ikon fiksi kriminal Oxford, dan The Wench Is Dead menjadi salah satu novel paling unik dalam serinya. Kali ini, Morse tidak berkeliling kota menyelidiki TKP, melainkan terbaring di rumah sakit. Dari tempat tidurnya, ia membaca buku tentang kasus pembunuhan abad ke-19 yang terjadi di Oxford.

Terobsesi dengan ketidakadilan dalam kasus lama tersebut, Morse mulai menyelidikinya ulang. Perlahan, ia menemukan bahwa sejarah mungkin telah salah menghukum seseorang. Novel ini menarik karena memadukan misteri sejarah dengan penyelidikan klasik ala Morse, sekaligus menunjukkan bagaimana masa lalu Oxford masih menyimpan luka dan rahasia.

4. The Moving Toyshop — Edmund Crispin

The Moving Toyshop (waterstones.com)

Novel tahun 1946 ini adalah contoh sempurna fiksi kriminal Golden Age yang penuh keanehan dan humor cerdas. Seorang penyair bernama Richard Cadogan tiba di Oxford dan secara tak sengaja menemukan mayat di sebuah toko mainan pada malam hari. Namun keesokan paginya, toko tersebut tiba-tiba berubah menjadi toko sayur.

Kebingungan ini menjadi awal dari misteri yang absurd namun memikat. Dengan bantuan temannya yang merupakan akademisi Oxford, Cadogan mencoba mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Novel ini memanfaatkan suasana Oxford yang eksentrik dan intelektual, menjadikannya bacaan ringan namun tetap penuh teka-teki.

5. The September Society — Charles Finch

The September Society (macmillan.com)

Berlatar era Victoria, novel ini menghadirkan Oxford sebagai kota penuh rahasia dan organisasi tersembunyi. Seorang mahasiswa menghilang secara misterius, dan ibunya meminta detektif Charles Lenox untuk menyelidikinya. Penyelidikan tersebut membawa Lenox ke lorong-lorong gelap kampus dan jaringan rahasia yang berbahaya.

Seiring cerita berkembang, kasus orang hilang berubah menjadi pembunuhan dengan skala yang lebih besar. Finch berhasil menciptakan suasana Oxford yang megah namun mengancam. Nvel ini cocok bagi pembaca yang menyukai misteri klasik dengan sentuhan konspirasi.

6. The Bookseller’s Tale — Ann Swinfen

The Bookseller’s Tale (penguinrandomhouse.com)

Novel ini membawa pembaca ke Oxford abad ke-14, jauh sebelum kota ini menjadi pusat akademik modern. Seorang penjual buku muda bernama Nicholas menemukan mayat mengambang di Sungai Cherwell, dan tanda-tanda awal menunjukkan bahwa ini bukan kecelakaan biasa. Bersama temannya, Nicholas mencoba mencari tahu kebenaran di balik kematian tersebut.

Penyelidikan mereka menyeret Nicholas ke konflik berbahaya yang melibatkan universitas dan biara. Oxford digambarkan sebagai kota kuno dengan politik, agama, dan pengetahuan yang saling berbenturan. Sebagai novel pertama dalam serinya, The Bookseller’s Tale menawarkan misteri sejarah yang gelap dan atmosfer abad pertengahan yang kuat.

7. A Killing in November — Simon Mason

A Killing in November (goodreads.com)

Diterbitkan pada 2022, novel ini menghadirkan Oxford versi modern dengan konflik sosial tajam. Ceritanya mengikuti dua detektif yang sangat berbeda latar belakangnya: satu tumbuh dari lingkungan kelas pekerja, sementara yang lain adalah lulusan Oxford yang penuh privilese. Ketika seorang perempuan ditemukan tewas di sebuah gereja di Jericho, keduanya terpaksa bekerja sama.

Perbedaan kelas, sudut pandang, dan cara berpikir menjadi dinamika utama dalam penyelidikan. Mason menggambarkan Oxford dengan realistis, memperlihatkan sisi elit sekaligus ketegangan sosial yang tersembunyi. Novel ini terasa segar dan membuktikan bahwa misteri di Oxford masih hidup hingga hari ini.

Oxford mungkin tampak seperti kota yang tenang, tetapi lewat novel-novel ini, kita diajak menyelami lapisan gelap yang jarang terlihat. Dari tujuh novel yang mengungkap misteri tersembunyi di Kota Oxford, mana yang membuatmu penasaran untuk membacanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team