Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Jadikan Pahitnya Masa Lalu sebagai Motivasi untuk Masa Depan
ilustrasi orang berpikir (pexels.com/Anastasia Suraeva)

Bisa dibilang, hampir semua orang punya cerita pahit masa lalunya masing-masing. Ada yang dalam hal ekonomi, asmara, keluarga, dan lain sebagainya. Apa pun itu, masa lalu pahit memang sangat gak menyenangkan untuk diingat kembali. 

Siapa pun lebih suka melupakan cerita masa lalunya ketimbang harus mengingatnya kembali, meskipun hanya untuk dijadikan motivasi. Namun, sebenarnya gak ada yang salah lho dengan menjadikan pahitnya masa lalu sebagai penyemangat bagi kita di masa depan. Ini nih lima cara mudahnya agar kita gak terus memandang pahitnya masa lalu itu sebagai sebuah memori buruk aja. 

1. Menerima semua kenangan pahit sebagai bagian dari diri kita

ilustrasi orang berpikir (pexels.com/Yan Krukov)

Penerimaan terhadap pahitnya masa lalu itu penting untuk kita lakukan. Dengan begitu kita bisa hidup berdampingan bersama kenangan buruk tersebut dan menerimanya sebagai bagian dari diri kita. Seiring berjalannya waktu, kita bahkan mungkin bisa mengenang semua kepahitan tersebut dengan penuh senyuman. 

Ingatlah bahwa diri kita sekarang, dengan pola pikir yang kita miliki saat ini, serta bagaimana kita melihat dunia, semuanya terbentuk berkat berbagai pengalaman di masa lalu. Termasuk juga kisah pahit yang sangat ingin kita lupakan tersebut. 

2. Meyakini bahwa semua itu mengandung hikmah di dalamnya

ilustrasi orang travelling (Pexels.com/Anna Shvets)

Yakinlah bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita termasuk juga masa lalu pahit yang ingin kita lupakan tersebut sebenarnya mengandung pelajaran dan hikmah di dalamnya. Kita mungkin gak bisa melihatnya saat ini, namun suatu saat nanti kita bisa aja bersyukur karena sudah pernah mengalami perasaan sakit yang seperti itu. 

Gak ada satu pun kejadian yang kita alami di dunia ini yang gak memiliki alasan di baliknya. Semua sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa dan tugas kita adalah menjalaninya dengan lapang dada. 

3. Hidup di masa kini dengan lebih baik

ilustrasi wanita merenung (Pexels.com/John Paul Duhan)

Agar bisa menjalani hidup tanpa dendam atau bayangan sakit hati akan masa lalu yang pahit, kita perlu benar-benar hidup di masa kini. Nikmati setiap momen yang sedang dijalani saat ini dan syukuri setiap detiknya. Jadikan dirimu di masa kini, lebih baik dibanding dirimu di masa yang sudah lewat. 

Berpaling ke belakang dan melihat masa lalu yang suram gak akan membuat kita maju dan mampu meraih kesuksesan. Namun, sesekali menoleh untuk mengambil pelajaran jelas bukan hal yang keliru dan terlarang untuk dilakukan. 

4. Jangan mengulang kesalahan yang sama

ilustrasi orang miskin (Pexels.com/rabcenter moscow)

Pahitnya masa lalu sedikit banyak tentu ada bagian dari diri kita juga yang berkontribusi dalam berbuat kesalahan di situ. Nah, agar gak lagi terjadi, kita perlu merefleksi diri dan berusaha sebisa mungkin untuk gak mengulang kesalahan yang sama. 

Segala hal yang sudah berlalu tersebut baiknya mampu kita ambil pelajaran. Telaah dan ingat kembali di mana letak kekeliruannya agar kita gak terjebak dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. Jangan sekedar mengingat rasa traumanya saja, tapi petik juga hikmahnya. 

5. Sambut masa depan yang lebih cerah

ilustrasi tahun baru (Pexels.com/Rakicevic Nenad)

Berhasil melalui masa lalu yang pahit dan kini sudah menjalani hari demi hari dengan baik, tentu gak semua orang bisa seberuntung itu. Jika kamu adalah salah satunya, maka manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Jalani masa kini dengan menjadi versi terbaik dirimu dan terus berusaha untuk mewujudkan masa depan yang cerah. 

Gak ada orang yang bisa menjatuhkan kamu dengan membawa-bawa masa lalumu jika kamu gak membiarkan semua perkataan buruk itu masuk ke dalam hati. Cukup dirimu yang tahu betapa perjuangan berat yang kamu alami selama ini harus bisa membuat kamu bangkit dan meraih masa depan yang lebih baik. Jadikan pengalaman buruk di masa lalu sebagai pembelajaran dan motivasi untuk terus memperbaiki diri. Siap? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team