Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pelajaran Hidup Film Senin Harga Naik, Tentang Ego dan Keluarga
cuplikan trailer film Senin Harga Naik (youtube.com/StarvisionPlus)
  • Film Senin Harga Naik, tayang 18 Maret 2026, menyoroti konflik ibu-anak yang berbeda pandangan dan menggambarkan konsekuensi dari setiap keputusan hidup.
  • Kisah Mutia dan Retno menunjukkan bahwa ego dan gengsi dapat merusak hubungan keluarga, serta pentingnya komunikasi dan kompromi untuk menjaga keharmonisan.
  • Film ini mengajarkan arti melepaskan hal-hal yang tak bisa diperbaiki, serta menegaskan bahwa rumah sejati adalah orang-orang yang kita cintai di dalamnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Senin Harga Naik menyuguhkan drama keluarga dengan cerita yang dekat di kehidupan sehari-hari. Film garapan Starvision Plus dan Legacy Pictures ini baru saja tayang di bioskop pada 18 Maret 2026. Dibintangi oleh Nadya Arina, Meriam Bellina, dan banyak aktor aktris lainnya yang sukses membawa beragam emosi ke dalam film ini.

Senin Harga Naik menceritakan tentang konflik antara ibu dan anak yang berbeda pandangan. Perbedaan inilah yang membuat adanya jarak dalam hubungan mereka. Meski begitu, film ini mampu menunjukkan banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita teladani. Salah satunya, menyadari bahwa hubungan ibu dan anak gak ada yang sempurna. Simak detail pelajaran hidup dari film Senin Harga Naik ini!

1. Ada 'harga' yang harus dibayar dalam setiap pilihan hidup

cuplikan trailer film Senin Harga Naik (youtube.com/StarvisionPlus)

Senin Harga Naik menggambarkan bagaimana imbas dari suatu keputusan yang kita ambil. Film ini menunjukkan bahwa banyak pilihan hidup yang bisa diambil. Permasalahannya adalah apakah kita bisa memilih keputusan yang bijak atau justru merugikan.

Senin Harga Naik menceritakan Mutia (Nadya Arina) yang memilih keluar dari rumah karena perbedaan pendapat dengan ibunya (Meriam Bellina). Namun karena tantangan pekerjaannya, Mutia memutuskan kembali ke rumah. Ada 'harga' yang harus dibayar ketika Mutia memiih pergi dari rumah, yaitu hubungannya dengan orangtua yang tidak harmonis.

Begitu pun dengan hubungan percintaannya. Pasangan yang selama ini ia percayai, rupanya 'memanfaatkan' Mutia demi jabatan. Film ini seolah mengatakan bahwa ada risiko atau konsekuensi di setiap keputusan. Nyatanya, kita hanya perlu bersiap untuk menghadapi "harga" yang harus dibayar setelahnya.

2. Hubungan bisa rusak bukan karena masalah yang besar melainkan ego yang terlalu kuat

cuplikan trailer film Senin Harga Naik (youtube.com/StarvisionPlus)

Terkadang, suatu hubungan bisa rusak bukan karena masalah besar melainkan peperangan ego dan gengsi. Dalam Senin Harga Naik, konflik antara Retno (Meriam Bellina) dan ketiga anaknya sebenarnya gak berangkat dari masalah yang besar. Ini soal perbedaan pendapat antara cara berpikir seorang ibu dengan anak-anak yang ingin mandiri dan gak dikekang.

Mutia memilih pergi dari rumah untuk membuktikan bahwa ia bisa sukses tanpa bergantung pada ibunya. Sementara, Retno sangat sulit memahami kondisi dan pilihan anaknya. Ego masing-masing yang dipertahankan itulah yang membuat hubungan mereka begitu renggang. Maka dari itu, sebenarnya dalam suatu hubungan baik itu hubungan keluarga, pekerjaan, maupun percintaan, perlu sikap kompromi.

Perlu kerendahan hati untuk mau mengalah. Dengan begitu, mata hati kita bisa melihat hal-hal baik dari sudut pandang lainnya.

3. Gak semua hal yang rusak bisa diperbaiki, terkadang harus berani dilepaskan

cuplikan trailer film Senin Harga Naik (youtube.com/StarvisionPlus)

Senin Harga Naik menggambarkan bagaimana seseorang harus belajar melepaskan. Bagi Retno, rumah dan toko roti Mercusuar punya nilai dan kenangan yang sangat berharga. Ia begitu ingin menjaga setiap kenangan di dalamnya.

Padahal, rumah yang sudah berdiri puluhan tahun itu butuh perbaikan serius. Bahkan, anak-anaknya sudah menawarkan untuk berpindah rumah ke tempat yang lebih layak. Keterikatan Retno dengan rumah dan toko roti ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu memegang suatu hal begitu erat.

Nyatanya, gak semua barang yang rusak bisa diperbaiki, bukan? Maka dari itu, kita juga harus belajar untuk melepaskan dan mencari hal baru yang lebih baik.

4. Rumah bukan sekadar tempat, melainkan orang-orang di dalamnya

cuplikan trailer film Senin Harga Naik (youtube.com/StarvisionPlus)

Film ini menggambarkan bagaimana pentingnya rumah dan keluarga. Pada akhirnya, keluarga adalah tempat pulang terbaik yang bisa kita miliki. Retno menunjukkan bagaimana rumah bukan sekadar tempat.

Ia menyimpan setiap kenangan dengan anak-anaknya. Di balik sikapnya yang keras, Retno punya hati yang begitu lembut. Ia tetap ingin tinggal di rumahnya semata-mata karena banyak kenangan indah bersama ketiga anaknya.

5. Komunikasi yang buruk bisa berujung menyakiti perasaan orang lain

cuplikan trailer film Senin Harga Naik (youtube.com/StarvisionPlus)

Salah satu masalah besar yang ditunjukkan lewat Senin Harga Naik adalah komunikasi yang buruk. Setiap orang punya ekspektasinya masing-masing tetapi dibalut oleh gengsi sehingga tidak bisa mengungkapkannya. Pada akhirnya, ekspektasi itulah yang membuat mereka memiliki banyak asumsi yang belum jelas kebenarannya.

Film ini mengingatkan kita untuk terus memperbaiki komunikasi dengan siapa pun. Komunikasi yang buruk pada akhirnya hanya akan menyisakan luka untuk orang lain. Jangan sampai, kesalahpahaman yang terjadi dalam keluarga Retno juga terjadi dalam keluargamu.

Demikian beberapa pelajaran hidup dari film Senin Harga Naik. Semoga bisa menjadi pembelajaran yang berharga buatmu dan keluarga, ya!

Editorial Team