Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
tanaman
ilustrasi tanaman (pexels.com/Soumyadip Maity)

Intinya sih...

  • Tumbuh pelan-pelan, bukan dalam sekejap. Mimpi besar maupun kecil gak bisa instan, butuh waktu.

  • Tumbuh juga butuh ruang yang cukup. Jaga jarak penting, tak terkecuali dalam mengembangkan diri.

  • Media tanam menentukan kesuburannya. Asupan yang diterima manusia sama pentingnya dengan media tanam bagi tanaman.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tanaman tidak berisik. Ketika kamu mendengar suara daun dan ranting bergesekan, itu bukan atas kehendak tanaman atau pohon. Angin yang membuat daun dan ranting bergoyang.

Tanaman juga menjadi satu-satunya makhluk hidup yang tidak bisa berpindah tempat. Ia diam di satu titik dari kecil, besar, bahkan mati. Meski begitu, tanaman yang sepertinya gak sekuat manusia dan binatang ternyata juga memberikan banyak pelajaran untukmu.

Justru dari proses tumbuhnya yang makan waktu dan diuji dengan cuaca yang berubah-ubah. Manusia termasuk dirimu barangkali kurang sabar menghadapi liku-liku kehidupan. Ada banyak pelajaran hidup dari pertumbuhan tanaman yang meski lambat, tetapi ia terus berusaha untuk bertambah tinggi, besar, serta memberi manfaat bagi makhluk lainnya.

1. Tumbuh pelan-pelan, bukan dalam sekejap

ilustrasi tanaman (pexels.com/Karolina Grabowska)

Kamu sudah berusaha merawat benih sebaik mungkin. Namun, tetap saja benih tidak bertunas dalam semalam. Mungkin perlu hampir seminggu untuk tunasnya muncul ke permukaan.

Lalu dari tanaman kecil hingga nanti siap panen atau mengeluarkan bunga yang cantik jauh lebih lama. Dari sebulan untuk tanaman yang mudah tumbuh seperti kangkung hingga bertahun-tahun. Misalnya, durian.

Kamu juga mesti sabar dalam menjalani hidupmu. Baik mimpi besar maupun mimpi kecil sama-sama gak bisa instan. Semuanya perlu waktu. Justru iming-iming hasil cepat biasanya berujung buruk seperti penipuan.

2. Tumbuh juga butuh ruang yang cukup

ilustrasi tanaman (pexels.com/Yibei)

Ketika tanaman masih kecil-kecil sekali, kamu memang dapat menempatkannya dalam satu pot dulu. Biar hemat tempat serta media tanam. Sembari menunggu akar tanaman kuat buat dipindahkan ke wadah yang lebih besar.

Akan tetapi, jika semua tanaman itu terus dibiarkan di satu pot maka pertumbuhannya bakal terhambat. Setiap tanaman berebut nutrisi dari media tanam. Tanaman menjadi kerdil atau mati.

Jaga jarak penting. Tak terkecuali dalam usahamu mengembangkan diri. Jangan terlalu dekat dengan siapa pun karena bisa memunculkan rasa ketergantungan serta pengaruh yang gak sehat. Kamu harus punya ruang buat diri sendiri.

3. Media tanam menentukan kesuburannya

ilustrasi tanaman (pexels.com/Atlantic Ambience)

Ada tanaman air dan tanaman darat. Masing-masing butuh media tanam yang tepat. Media tanam memberikan nutrsi sesuai kebutuhan tanaman. Dalam kehidupan manusia, itu sama dengan asupan yang diterima olehmu.

Jika kamu ingin mengembangkan diri serta kehidupan pastikan dulu asupanmu mendukung. Jangan dirimu ingin kehidupan yang berkembang, tapi lebih suka nonton video pendek yang gak jelas muatannya. Kalau kamu ingin menjadi penulis sastra misalnya, bacalah buku-buku sastra. Bukan dari hari ke hari dirimu ketagihan menyaksikan konten joget-joget di media sosial.

4. Hati-hati, gangguan hama bisa bikin tanaman mati

ilustrasi tanaman (pexels.com/Kenneth Surillo)

Faktor eksternal juga memengaruhi pertumbuhan tanaman. Banyak hama bisa dihalau dengan penyemprotan antihama. Namun, terkadang serangan hama lebih kuat dan masif. Tanaman bukan hanya gagal panen, melainkan mati dan gak bisa diselamatkan.

Dalam perjalanan hidupmu juga bakal selalu ada pengganggu. Orang-orang yang berusaha membuatmu gagal atau tak mencapai tujuanmu. Kamu mesti seperti memiliki perisai buat menahan pengaruh buruk mereka. Salah satunya, rutin menyeleksi kembali circle-mu.

5. Untuk tanaman tumbuh optimal juga butuh bantuan makhluk lain

ilustrasi menanam (pexels.com/cottonbro studio)

Terutama tanaman pangan dan bunga yang memerlukan bantuan manusia agar hasil panen atau kembangnya bagus. Namun, pohon-pohon di hutan yang bisa tumbuh subur tanpa cawe-cawe manusia juga bukannya gak butuh bantuan makhluk lain. Peran binatang penting buat pertumbuhan pohon-pohon tersebut.

Kotoran hewan atau bangkainya yang terurai di sekitar pohon akan menjadi penyubur. Cacing-cacing membantu menggemburkan tanah. Burung, lebah, dan serangga lain memungkinkan perkawinan antara bunga jantan dengan bunga betina.

Manusia pun sama. Kamu butuh bantuan dalam bentuk kerja sama atau bimbingan dari orang lain. Gak bisa semuanya diupayakan sendiri. Oleh sebab itu, hidup yang lancar dan berkembang diawali dari kemampuan merawat hubungan yang saling menghormati serta menguntungkan dengan orang lain.

6. Buah yang manis atau bunga yang indah berasal dari tanaman yang sehat

ilustrasi tanaman (pexels.com/Donny Yularso)

Tanaman yang gak sehat mungkin juga masih bisa berbunga atau berbuah. Namun, bunganya mudah sekali rontok dan hanya sedikit. Begitu pula buahnya keras atau busuk meski dari luar terlihat bagus.

Manusia pun tidak boleh menyepelekan kesehatannya. Baik kesehatan jasmani maupun rohani berperan amat besar dalam produktivitasmu. Jangan malah demi kamu mengejar produktivitas, kedua macam kesehatan itu sampai dikorbankan.

7. Dari sekian biji yang disemai cuma beberapa yang bertunas

ilustrasi menanam (pexels.com/Greta Hoffman)

Saat kamu mencoba menanam dari biji, jangan terlalu berharap 10 biji akan menghasilkan 10 tunas. Boleh jadi paling banyak hanya 5 biji yang berhasil bertunas. Malah kadang gagal semua atau cuma satu biji yang menghasilkan tunas sehat.

Padahal, perawatanmu sudah maksimal. Biji juga dipilih yang terbaik atau beli di toko. Inilah pentingnya menyiapkan cadangan biji. Kamu jangan cuma menanam satu biji, melainkan sekaligus beberapa.

Pun nanti di tengah masa pertumbuhan boleh jadi ada tanaman yang mati. Dalam hidupmu pun sama, perlu jaga-jaga sebelum hal buruk terjadi. Ada dana darurat serta rencana B kalau-kalau rencana A tak berjalan mulus.

8. Memanen lebih mudah daripada menumbuhkan dan merawat

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/Kevin Malik)

Panen tinggal petik atau potong pangkal buah. Dalam hitungan menit bahkan detik pun beres untuk satu pohon. Sementara menumbuhkan serta merawat satu pohon saja butuh kesungguhan bertahun-tahun lamanya.

Kamu harus sangat berhati-hati pada orang yang cuma mau menemani memetik hasil kerja kerasmu. Namun, ia tidak sudi menemanimu berjuang. Orang seperti ini tidak tulus serta cuma mau enaknya saja. Dia hanya akan memanfaatkanmu selama masih ada yang bisa dinikmatinya.

Berguru tidak terbatas hanya pada guru berwujud sesama manusia. Alam pun tak henti-hentinya memberi manusia berbagai pelajaran hidup. Termasuk pelajaran hidup dari pertumbuhan tanaman yang sering kali diabaikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team