Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemuda Asal Madiun Kreasikan Cangkang Telur Menjadi Lukisan
Lukisan BJ Habibie berbahan cangkang telur. Dok. Istimewa

Madiun, IDN Times - Bagi kebanyakan orang, cangkang telur merupakan sampah yang menjijikkan lantaran berbau amis dan kotor. Namun, di tangan kreatif Ervan Dwi Susilo, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun, limbah itu dikreasikan menjadi lukisan yang memiliki nilai estetika tinggi.

Pemuda berusia 24 tahun ini mampu meraup rupiah dari hasil penjualan barang seni yang berbeda dari kebanyakan lukisan dengan media cat dan kanvas. Karena keunikannya, hasil karya Ervan mampu menarik minat warga Jakarta, Surabaya, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera.

1. Satu lukisan wajah membutuhkan waktu 14 hingga 30 hari

Pelukis dengan bahan cangkang telur. Dok. IDN Times/Istimewa

Pemuda berambut sebahu itu mengatakan bahwa pengenalan produk dilakukan melalui media sosial miliknya. Peminat lukisan cangkang telur pun tertarik dan kemudian memesan. "Kebanyakan minta dibuatkan lukisan wajah," kata Ervan, Minggu (13/12/2020).

Untuk membuat satu lukisan, lulusan SMK ini membutuhkan waktu antara 14 hari hingga 30 hari. Durasi ini tergantung dari besar maupun kecilnya ukuran dan tingkat kerumitannya. Berkat ketelatenannya, Ervan mendapatkan upah antara Rp400 ribu hingga Rp2 juta dari satu hasil karyanya.

2. Omzet mencapai Rp5 juta per bulan

Pot bunga yang dihiasi cangkang telur. Dok. IDN Times/Ist

Uang yang didapat dari melukis wajah merupakan bagian dari pendapatannya per bulan dari seni kerajinan yang ditekuni sejak 2015. Sebab, ia juga membuat kaligrafi, gambar tokoh nasional, hiasan pot bunga yang sama-sama menggunakan cangkang telur.

Dari sejumlah hasil kreasinya, Ervan mampu memperoleh omzet sekitar Rp5 juta per bulan. Nominal yang lumayan tinggi, apalagi nyaris tidak mengeluarkan modal dan hanya membutuhkan ketelatenan maupun kesabaran.

3. Tidak membutuhkan banyak modal

Cangkang telur. Dok. IDN Times/Istimewa

Ervan menuturkan, bahan yang dibutuhkan untuk setiap karya adalah cangkang telur. Selama ini, ia hanya meminta kepada para tetangga terutama produsen kue maupun martabak.

Adapun modal yang dikeluarkan hanya untuk membeli triplek sebagai latar lukisan. Selain itu, lem kayu untuk melekatkan cangkang telur ke papan dan cat sebagai background lukisan.

4. Bermula saat kulit telur menempel pada lengan

Lukisan berbahan cangkang telur. Dok.IDN Times/Istimewa

Meski berbahan sederhana, namun karya Ervan tetap memiliki nilai seni dan ekonomis tinggi. Manfaat yang dirasakan sekarang tidak serta merta diraihnya. Apalagi, ia tidak mengenyam pendidikan khusus tentang seni lukis maupun hastakarya.

"Awal mencoba sering gagal. Apalagi melukis wajah. Tapi lama kelamaan bisa dan hasilnya lumayan bagus," ungkap dia sembari menyatakan ketertarikannya pada lukisan ini karena ketidaksengajaan.

"Waktu itu, bapak pulang kenduri dan bawa nasi berkat. Setelah saya makan, ada kulit telur menempel di lengan dan kelihatan lucu. Lalu, saya tempel-tempelkan lagi," kenang Ervan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team