Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Peristiwa yang terjadi selama bulan Syakban
ilustrasi bulan syakban (freepik.com)

Intinya sih...

  • Peralihan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah

  • Penyerahan rekapitulasi amal manusia kepada Allah SWT

  • Bulan ditentukannya ajal manusia dan turunnya perintah bersalawat kepada Nabi SAW

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam sejarah Islam, bulan Syakban bukan sekadar masa peralihan menuju Ramadan. Bulan ini menyimpan berbagai keutamaan serta peristiwa penting yang sarat makna. Setiap peristiwa yang terjadi di bulan Syakban tidak hanya bernilai historis, tetapi juga mengajarkan tentang akidah, ketaatan, dan pembentukan jati diri umat Islam. 

Para ulama mencatat setidaknya ada lima peristiwa penting yang terjadi pada bulan Syakban dan memiliki pengaruh besar dalam perjalanan Islam. Nah, melalui artikel ini, kamu bisa menyimak rangkuman peristiwa-peristiwa tersebut secara lengkap dan mudah dipahami. Yuk, simak selengkapnya di sini!

1. Peralihan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah

ilustrasi shalat (pexels.com/Michael Burrows)

Salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam yang terjadi pada bulan Syakban adalah perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Peristiwa penting ini berlangsung pada tahun kedua Hijriah dan menjadi titik balik dalam perjalanan umat Islam.

Sebelumnya, Rasulullah SAW melaksanakan salat dengan menghadap Baitul Maqdis sejak di Makkah hingga sekitar enam bulan setelah hijrah ke Madinah. Meski demikian, dalam hati Rasulullah SAW, tersimpan kerinduan yang mendalam untuk menjadikan Ka’bah, kiblat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail juga, sebagai arah salat umat Islam.

Peralihan kiblat ini tidak hanya menjadi bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT, tetapi juga menandai lahirnya identitas dan kemandirian umat Islam sekaligus menjadi pembeda yang jelas dari kiblat kaum Yahudi. Peristiwa tersebut pun diabadikan dalam firman Allah SWT pada Q.S. Al-Baqarah ayat 144.

2. Penyerahan rekapitulasi amal manusia

ilustrasi shalat(Pexels.com/RDNE stock project)

Peristiwa penting lain yang terjadi pada bulan Syakban adalah diangkat dan disampaikannya catatan amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Syekh Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menjelaskan bahwa meskipun pengangkatan amal dilakukan secara harian dan mingguan, pengangkatan amal pada bulan Syakban memiliki cakupan yang paling luas dan menyeluruh.

Karena keutamaan inilah, Rasulullah SAW memperbanyak ibadah, khususnya puasa sunah, sebagai bentuk persiapan dan kesiapan spiritual saat amal perbuatannya dihadapkan kepada Allah SWT. Hal ini sekaligus menjadi teladan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh sepanjang bulan Syakban.

3. Bulan ditentukannya ajal manusia

Peristiwa yang terjadi selama bulan Syakban (freepik.com)

Bulan Syakban juga dikenal sebagai waktu ditetapkannya ajal manusia. Pada bulan inilah, ketentuan hidup dan mati seorang hamba dicatat oleh Allah SWT sehingga Rasulullah SAW memperbanyak ibadah puasa sebagai bentuk kesiapan spiritual.

Para ulama menegaskan bahwa penetapan ini bukan berarti Allah SWT baru menentukan takdir pada waktu tertentu. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk penampakan dan penegasan ketetapan-Nya kepada para malaikat. Pada hakikatnya, seluruh ketentuan Allah SWT telah ada sejak awal dan tidak terikat oleh ruang maupun waktu.

4. Turunnya perintah bersalawat kepada Nabi SAW

ilustrasi muslim bertaubat (pexels.com/Mohammad Ramezani)

Bulan Syakban juga menjadi waktu turunnya perintah Allah SWT kepada umat Islam untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat ini menegaskan pentingnya memuliakan Rasulullah SAW dengan memperbanyak selawat sebagai bagian dari amal ibadah sehari-hari. 

Oleh karena itu, memperbanyak slawat di bulan Syakban menjadi amalan yang sangat dianjurkan sebagai wujud kecintaan, pengagungan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Perintah untuk berselawat tersebut terdapat dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 56.

5. Syakban sebagai bulan Al-Qur’an

ilustrasi orang membaca Alquran (pexels.com/Michael Burrows)

Peristiwa lainnya, para ulama menjelaskan bahwa bulan Syakban juga dikenal sebagai bulan Al-Qur’an sekaligus momentum penting untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk mulai menata kembali kualitas keimanan dan ketaatan sebagai bentuk persiapan spiritual. 

Oleh karena itu, Syakban menjadi waktu yang tepat untuk menyucikan hati dari berbagai penyakit batin, memperbanyak tilawah dan tadabbur Al-Qur’an, memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, menjalankan puasa sunah, serta melakukan muhasabah atas amal perbuatan yang telah dilalui. Seluruh amalan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal rohani agar umat Islam dapat memasuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan kesiapan ibadah yang lebih optimal.

Itulah lima peristiwa penting yang memiliki nilai sejarah dan keutamaan pada bulan Syakban. Semoga dengan menelaah jejak peristiwa-peristiwa tersebut, kita dapat memetik pelajaran berharga, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh kesiapan dan keikhlasan.

Editorial Team