Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pertimbangan Kasih Bingkisan Lebaran Kue Kering atau Sembako
ilustrasi biskuit kaleng (pexels.com/Arun Thomas)
  • Artikel membahas lima pertimbangan penting sebelum memberi bingkisan Lebaran, yaitu kondisi ekonomi penerima, bujet pemberi, jumlah anggota keluarga, kondisi kesehatan, dan preferensi penerima.
  • Pemberian kue kering cocok untuk teman atau atasan dengan ekonomi mapan, sedangkan sembako lebih bermanfaat bagi keluarga dengan kebutuhan pokok yang tinggi dan anggota rumah tangga banyak.
  • Penulis menekankan pentingnya riset dan komunikasi agar bingkisan Lebaran tidak salah sasaran serta benar-benar berguna bagi penerimanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebaran makin mepet, tetapi kamu belum juga memutuskan mau kasih bingkisan apa ke sejumlah orang terdekat. Jangan berlama-lama berpikir biar dirimu dapat segera pergi berbelanja. Kalau waktu belanja terlalu dekat dengan Idulfitri, takutnya ramai luar biasa.

Belum tentu kamu bisa memperoleh seluruh barang yang diinginkan karena stok keburu habis. Nanti malah dirimu bingung mesti mencarinya ke berbagai tempat. Mending bikin list dari sekarang. Isi bingkisan mau apa saja, beli berapa banyak, dan siapa penerimanya.

Buat kamu yang masih bingung mau kasih bingkisan berupa kue kering atau sembako, sebaiknya memang riset dulu. Gak semua orang cocok dikasih kue khas Lebaran sekalipun enak. Demikian pula pemberian sembako yang salah sasaran dapat menyinggung orang lain. Berikut pertimbangan selengkapnya.

1. Melihat kondisi ekonomi penerima

ilustrasi supermarket (pexels.com/Hobi industri)

Ini tidak dimaksudkan untukmu bersikap diskriminatif yang buruk. Akan tetapi, justru buat memastikan bingkisanmu lebih tepat bagi penerima. Kalau kamu mau kasih bingkisan Lebaran ke teman yang pekerjaannya sebagus pekerjaanmu, kue kering lebih pas.

Apalagi bingkisan buat atasan. Apabila mereka diberi sembako nanti malah salah paham. Seakan-akan mereka dianggap masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Pun boleh jadi merek sembako yang biasa dikonsumsinya lebih mahal dari pemberianmu.

Sementara bagi keluarga yang kondisi ekonominya pas-pasan justru sembako dinantikan. Mending mereka dapat beras 5 kilo, minyak 2 liter, teh, kopi, gula, dan telur yang bisa buat beberapa minggu daripada kue kering. Kue kering memang enak, tetapi cepat habis dan gak sekenyang nasi beserta lauknya.

2. Menyesuaikan dengan bujetmu

ilustrasi kue kering (pexels.com/Cats Coming)

Tak kalah penting ialah mengukur anggaranmu sendiri. Harga kue kering khas Lebaran tidak murah. Satu stoples nastar misalnya, paling murah di harga 50 ribu rupiah. Kalau bingkisan mau diisi 3 stoples kue kering plus sirup berarti lebih dari 150 ribu rupiah.

Dana segitu bila dibelikan sembako kualitas sedang bisa memperoleh lebih banyak isian. Bahkan dengan uang kurang dari 100 ribu rupiah, kamu dapat berbelanja aneka bahan makanan plus kopi atau teh. Misal, berasnya kemasan 3 kilo saja dengan harga per kilo 15 ribu rupiah. Lalu ditambah minyak 1 liter, kopi, gula, dan teh.

3. Juga jumlah anggota keluarga

ilustrasi supermarket (pexels.com/Magda Ehlers)

Sebenarnya sekadar memberi semampumu juga gak salah. Soal jumlah anggota keluarga bukan urusanmu. Terpenting dirimu telah menunjukkan kepedulian dan kasih sayang dengan berbagi bingkisan Idulfitri.

Namun, seandainya pemberianmu dapat dinikmati lebih banyak orang tentu lebih baik. Maka dari itu, bila anggota keluarga penerima banyak sembako lebih pas. Beras berkilo-kilo, telur, kopi, dan teh dapat dinikmati bersama-sama sekian hari sampai beberapa minggu.

Itu membantu mereka menekan pengeluaran. Sedang kue Lebaran hanya bertahan sekejap. Terlalu cepat habisnya. Pun boleh jadi satu orang cuma menikmati beberapa buah kue kering. Gak sampai kenyang. Andai dananya ada baru sembako bisa dikombinasikan dengan 1 atau 2 stoples kue kering.

4. Atau, sakit dan pantangannya

ilustrasi biskuit kaleng (pexels.com/Nothing Ahead)

Kue kering khas Lebaran memang enak. Apalagi saat hanya dinikmati sekali dalam setahun. Makan sebuah saja terasa kurang. Satu kali makan pasti ingin beberapa buah. Padahal sepanjang hari nanti orang masih terus mengambil kue.

Sayangnya, tidak semua orang dapat memakannya apalagi dalam jumlah besar. Ini disebabkan kandungan gula dan kalorinya yang tinggi. Penderita diabetes biasanya gak berani makan banyak. Namun, jika kue kering yang menggoda selalu tampak di depan mata tentu bisa bikin khilaf.

Apabila kamu tahu calon penerima bingkisan diet ketat dengan tidak mengonsumsi aneka kue, kasih sembako saja. Barangkali dia juga membatasi konsumsi nasi. Namun, masih lebih aman memakannya sesuai porsi daripada menikmati beragam kue kering.

5. Bisa juga langsung tanya ke orang yang akan diberi

ilustrasi belanja (pexels.com/Helena Lopes)

Ini menjadi langkah bijak seandainya kamu dekat sekali dengan calon penerima bingkisan. Contohnya, ART-mu gak akan pulang Lebaran kali ini. Dia mau fokus mencari tambahan uang saja dengan tetap bekerja di rumahmu.

Namun, tentu ia butuh mengirim uang untuk keluarga di kampung halaman buat merayakan Lebaran. Supaya gajinya tak terlalu banyak habis untuk kebutuhan hari raya di desa, tanyakan dia mau bingkisan apa buat keluarganya. Mana yang menurutnya akan lebih bermanfaat, sembako atau aneka kue kering?

Jika kamu tidak keberatan, ia juga dapat memilih sendiri merek yang diinginkan. Dirimu dapat mengajaknya ikut berbelanja ke supermarket atau memilih produk di marketplace. Nanti belanjaan tinggal dikirimkan ke rumah keluarganya.

Sebagai pemberi sebetulnya kamu bebas mau kasih apa pun sebagai bingkisan. Namun, bingkisan terbaik tentu yang paling bermanfaat. Dengan mempertimbangkan lima hal di atas, semoga pemberianmu lebih tepat guna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team