Miguel de Cervantes (www.eyeonspain.com)
Berbeda dengan penulis di masa kini yang mendapatkan royalti dari setiap karyanya, pada saat itu penulis tidak mendapatkan uang royalti sama sekali. Jadi, meskipun Don Quixote laris manis, itu tak lantas membuat Cervantes menjadi kaya raya.
Namun, ia tetap semangat menulis, dan mulai mengerjakan The Labors of Persiles and Segismunda, sebuah novel terakhir yang ia tulis bahkan di masa-masa terakhir hidupnya, saat Cervantes sedang sakit-sakitan. Banyak pengamat dan pembaca modern yang menganggap akhir cerita dalam novel ini terkesan tergesa-gesa dan alurnya sebenarnya masih bisa dikembangkan.
Oleh karena itulah The Labors of Persiles and Segismunda, sering disebut sebagai karya yang belum selesai. Novel bergenre romansa tentang petualangan panjang penuh perjalanan, penyamaran, dan ujian cinta ini diterbitkan pada tahun 1617, satu tahun setelah kematian sang penulis.
Miguel de Cervantes meninggal pada tanggal 22 April 1616 di Madrid.
Sejak wafatnya, Cervantes diakui sebagai salah satu pelopor novel modern. Karyanya telah menginspirasi banyak penulis lain sepanjang abad, termasuk Gustave Flaubert, Henry Fielding, dan Fyodor Dostoyevsky. Sementara kisah Don Quixote telah diceritakan kembali dalam berbagai cara, termasuk lewat musikal populer The Man of La Mancha dan dalam sebuah karya seni lukis oleh Pablo Picasso.
Itu dia profil singkat penulis asal Spanyol, Miguel de Cervantes. Dari kisah hidupnya kita bisa memetik pelajaran, bahwa kegagalan, kesulitan hidup, dan tantangan yang datang harus dihadapi dengan berani. Kekurangan bukan alasan untuk berhenti memperjuangkan mimpi, percayalah bahwa suatu saat apa yang kita kejar akan didapatkan.