Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Miguel de Cervantes, Penulis Spanyol di Balik Don Quixote
Miguel de Cervantes (wwe.biografiasyvidas.com/retrato imaginario de Eduardo Balaca)

Miguel de Cervantes adalah seorang penulis, penyair, dan dramawan asal Spanyol yang hidup pada akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17. Cervantes sering dijuluki sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah sastra dunia.

Nama Miguel de Cervantes melejit berkat karya novelnya yang berjudul Don Quixote, yang diterbitkan dalam dua bagian (terbit pada tahun 1605 dan 1615). Novel ini kerap disebut sebagai novel modern pertama di dunia. Nah, untuk mengenal lebih jauh sosok Miguel de Cervantes, kamu bisa menyimak profil singkatnya berikut ini.

1. Terlahir dalam keluarga bangsawan tingkat rendah

Miguel de Cervantes (www.biografiasyvidas.com/atribuido al poeta y pintor Juan de Jáuregui)

Miguel de Cervantes lahir di Alcalá de Henares, dekat Madrid pada tanggal 29 September 1547. Ia adalah anak keempat dari tujuh bersaudara dalam keluarga  bangsawan tingkat rendah (hidalgo). Di mana mereka memiliki status, namun bukan kedudukan atau pun kekayaan. Mengutip Biography, sang ayah, Rodrigo de Cervantes, tuli sejak lahir, dan bekerja sebagai ahli bedah, sebuah profesi yang rendah pada masa itu.

Keluarga ini sering berpindah tempat tinggal semasa Cervantes kecil, karena sang ayah mencoba mencari peruntungan ekonomi yang lebih baik. Tak diketahui pasti apakah Cervantes pernah mengenyam pendidikan formal atau tidak. Menurut Britannica, Kepala Sekolah kota di Madrid bernama Juan López de Hoyos menyebutnya sebagai murid kesayangan.

Ini terjadi pada tahun 1569, saat Cervantes berusia 21 tahun. Jika benar, berarti ia pernah belajar di sekolah tersebut dalam bimbingan Juan López de Hoyos. Berdasarkan analisis karya Cervantes di kemudian hari, beberapa orang percaya bahwa ia mungkin diajar oleh para Yesuit, namun tak sedikit yang membantah ini, seperti yang ditulis dalam laman Biography.

2. Dari penyair ke prajurit

Miguel de Cervantes (theconversation.com)

Terlepas dari kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan, Cervantes adalah seorang pembaca yang tekun sejak kecil. Tulisan pertamanya yang diterbitkan pada tahun 1569, merupakan sebuah puisi berjudul On the Death of the Young Queen, Wife of Philip II. Puisi ini ditulis untuk mengenang wafatnya Elisabeth of Valois, istri dari Raja Philip II of Spain, yang meninggal di usia muda pada tahun 1568.

Namun, setahun kemudian, Cervantes memilih untuk mengganti pena dengan senjata. Ia bergabung dengan unit militer Spanyol di Italia. Dikenal berani, Cervantes ikut serta dalam pertempuran Lepanto pada tahun 1571. Saat bertugas di kapal La Marquesa, ia bertempur melawan Kekaisaran Ottoman, dan menderita luka serius akibat pertempuran itu. Luka tersebut berakibat fatal, dan membuat tangan kirinya cacat total.

Pada tahun 1575, Cervantes dan saudaranya Rodrigo, mencoba kembali ke Spanyol, namun gagal. Cervantes kemudian menghabiskan lima tahun hidupnya sebagai tahanan dan budak, dan melakukan beberapa upaya pembebasan diri. Akhirnya, di tahun 1580, ia bisa kembali ke rumah setelah uang tebusan dibayar demi kebebasannya.

3. Perjalanan hidup yang tak mudah dan berliku

Miguel de Cervantes (www.elsiglodetorreon.com.mx)

La Galatea adalah novel pertama karya Miguel de Cervantes yang diterbitkan pada tahun 1585, lima tahun setelah kebebasannya dari perbudakan. Namun sayangnya, novel pastoral itu gagal meraih kesuksesan besar. Novel ini kerap dianggap sebagai "pemanasan", sebelum akhirnya lahirlah Don Quixote.

Di waktu yang sama, Cervantes mencoba peruntungannya di dunia teater. Pada masa itu, drama menjadi hiburan penting di Spanyol. Seorang penulis drama yang sukses bisa mendapatkan banyak uang. Sayangnya, nasib baik belum juga berpihak padanya.

Di akhir tahun 1580-an, Cervantes bekerja sebagai komisaris untuk Armada Spanyol. Tugasnya termasuk mengumpulkan pasokan gandum dari masyarakat. Ketika banyak yang menolak mengumpulkan pasokan, Cervantes-lah yang disalahkan dan akhirnya dipenjara. Namun, justru di masa sulit inilah, ia mulai menulis dan menciptakan mahakarya besar.

4. Lahirnya Don Quixote

Miguel de Cervantes (Cervantesvirtual.com)

Kegagalan pada karya novel pertamanya tak membuat semangat menulis dalam diri Cervantes surut. Pada tahun 1605, ia menerbitkan bagian pertama dari Don Quixote. Novel ini berpusat pada tokoh Alonso Quijano, seorang bangsawan kecil dari La Mancha, yang terobsesi dengan cerita ksatria. Ia lalu mengubah namanya menjadi Don Quixote, seorang ksatria pengembara lengkap dengan baju zirah tua dan kuda kurus bernama Rocinate.

Tokoh utama segera terseret dalam dunia imajinasinya sendiri, percaya bahwa dirinya adalah seorang ksatria. Ia membujuk seorang petani miskin, Sancho Panza untuk menjadi pengawalnya. Dalam sebuah adegan, Don Quixote yang delusional, sempat melawan kincir angin yang ia kira sebagai raksasa. Quixote akhirnya tersadar sebelum novel berakhir.

Mengutip dari Biography, Don Quixote menjadi salah satu buku terlaris di dunia dan akhirnya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Cervantes menerbitkan bagian kedua cerita tersebut pada tahun 1615.

5. Tentang royalti dan akhir hayat sang penulis

Miguel de Cervantes (www.eyeonspain.com)

Berbeda dengan penulis di masa kini yang mendapatkan royalti dari setiap karyanya, pada saat itu penulis tidak mendapatkan uang royalti sama sekali. Jadi, meskipun Don Quixote laris manis, itu tak lantas membuat Cervantes menjadi kaya raya.

Namun, ia tetap semangat menulis, dan mulai mengerjakan The Labors of Persiles and Segismunda, sebuah novel terakhir yang ia tulis bahkan di masa-masa terakhir hidupnya, saat Cervantes sedang sakit-sakitan. Banyak pengamat dan pembaca modern yang menganggap akhir cerita dalam novel ini terkesan tergesa-gesa dan alurnya sebenarnya masih bisa dikembangkan.

Oleh karena itulah The Labors of Persiles and Segismunda, sering disebut sebagai karya yang belum selesai. Novel bergenre romansa tentang petualangan panjang penuh perjalanan, penyamaran, dan ujian cinta ini diterbitkan pada tahun 1617, satu tahun setelah kematian sang penulis.
Miguel de Cervantes meninggal pada tanggal 22 April 1616 di Madrid.

Sejak wafatnya, Cervantes diakui sebagai salah satu pelopor novel modern. Karyanya telah menginspirasi banyak penulis lain sepanjang abad, termasuk Gustave Flaubert, Henry Fielding, dan Fyodor Dostoyevsky. Sementara kisah Don Quixote telah diceritakan kembali dalam berbagai cara, termasuk lewat musikal populer The Man of La Mancha dan dalam sebuah karya seni lukis oleh Pablo Picasso.

Itu dia profil singkat penulis asal Spanyol, Miguel de Cervantes. Dari kisah hidupnya kita bisa memetik pelajaran, bahwa kegagalan, kesulitan hidup, dan tantangan yang datang harus dihadapi dengan berani. Kekurangan bukan alasan untuk berhenti memperjuangkan mimpi, percayalah bahwa suatu saat apa yang kita kejar akan didapatkan.

Editorial Team