Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Mike Marino, Makeup Designer Heidi Klum di Met Gala
Heidi Klum di Met Gala 2026 (Mike Coppola/Getty Images/AFP (Photo by Mike Coppola / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
  • Heidi Klum tampil mencuri perhatian di Met Gala 2026 dengan konsep patung hidup terinspirasi karya Raffaele Monti, berkat kolaborasinya bersama makeup designer Mike Marino.
  • Mike Marino adalah penata rias prostetik asal AS yang telah berkarya lebih dari dua dekade, dikenal lewat karyanya di film The Batman dan A Different Man yang meraih nominasi Oscar.
  • Ketertarikan Mike pada dunia makeup dimulai sejak kecil setelah menonton The Elephant Man, hingga akhirnya ia mendirikan Prosthetic Renaissance dan menjadi sosok penting dalam industri efek khusus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Penampilan Heidi Klum di Met Gala 2026 sukses mencuri perhatian berkat gaya artistiknya yang unik. Model ternama ini tampil bak patung hidup dalam ajang tersebut, yang tahun ini mengusung tema “Costume Art”. Malam penggalangan dana bergengsi itu digelar pada Senin (4/5/2026) waktu setempat dengan dress code “Fashion is Art”.

Konsep busana tersebut membuka ruang interpretasi bahwa tubuh para seleb menjadi kanvas, sementara pakaian berperan sebagai karya seni. Heidi pun tak melewatkan kesempatan ini dengan tampil ekstra dan mencolok. Ia mengadaptasi visual patung The Veiled Vestal karya Raffaele Monti (1847), lengkap dengan sentuhan makeup dari Mike Marino yang semakin menyempurnakan transformasinya. Berikut profil lengkapnya!

1. Makeup Heidi Klum saat Met Gala 2026 adalah karya Mike Marino

Heidi Klum di Met Gala 2026 (Mike Coppola/Getty Images/AFP (Photo by Mike Coppola / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Kolaborasi Heidi Klum dengan Mike Marino di Met Gala 2026 bukanlah yang pertama. Mike bahkan dikenal rutin merancang transformasi Halloween ikonik untuk Heidi, seperti Medusa (2025) hingga Putri Fiona dan masih banyak lagi karakter lainnya.

Tahun ini, Heidi dan Mike kembali bekerja sama untuk “menghidupkan” patung marmer karya pemahat Italia, Raffaele Monti, berjudul Veiled Vestal (La vestale velata). Karya tersebut terkenal karena ilusi kain veil atau selubung transparan yang tampak menutupi sosok perempuan di baliknya.

Konsep itu kemudian menjadi inspirasi bagi Heidi dan Mike untuk menciptakan karya seni yang hidup. Mereka merancang busana menyerupai patung abad ke-19 tersebut, menggunakan material lateks dan spandeks berwarna abu-abu yang mengikuti lekuk tubuh Heidi. Tak hanya itu, Marino juga menghadirkan riasan khusus yang semakin menyempurnakan transformasi juri America's Got Talent tersebut menjadi sebuah karya patung.

2. Profil Mike Marino

Mike Marino. (instagram.com/prorenfx)

Mike Marino merupakan penata rias prostetik dan efek khusus (SFX) terkemuka asal Amerika Serikat. Mike telah menciptakan berbagai karakter unik, bahkan karyanya diakui hingga meraih nominasi Oscar kategori Best Makeup saat mengerjakan film A Different Man. Selain itu, Mike juga menjadi sosok utama di balik transformasi Colin Farrell sebagai Penguin dalam film The Batman. Sejak 2021, Marino telah mengantongi tiga nominasi Oscar.

Mike telah berkarya selama hampir 25 tahun dalam mendesain riasan untuk berbagai karakter televisi dan film. Ia dikenal mampu menghadirkan visual yang realistis sekaligus imajinatif dengan mengombinasikan material seperti silikon, lateks, serta berbagai bahan lainnya demi menghidupkan karakter.

Salah satu karya Mike yang paling fenomenal adalah karakter Edward dalam film komedi-horor A Different Man karya Aaron Schimberg. Film tersebut menampilkan Edward, seorang penyintas Neurofibromatosis, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan tumor pada jaringan saraf dan dapat memengaruhi kondisi wajah. Marino merancang tampilan karakter ini dengan tingkat detail dan kompleksitas tinggi sehingga menghasilkan visual yang terasa sangat nyata dan menjadi salah satu pencapaian paling menonjol dalam kariernya.

3. Mike Marino telah terobsesi dengan makeup sejak kecil

Potret kostum holloween Heidi Klum dan suami di tahun 2022 (Instagram.com/heidiklum)

Dilansir Design Observer, Mike mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia rias prostetik bermula sejak kecil. Ia menonton film klasik era 1980-an, The Elephant Man, saat usianya baru empat tahun. Sejak itu, ia terpukau dengan tampilan karakter yang dianggap “monster” dalam film tersebut, sekaligus menyadari betapa luar biasanya riasan yang digunakan. Pengalaman itu membuat Mike terobsesi untuk mempelajari dan suatu hari menciptakan versi The Elephant Man menurut visinya sendiri.

Kini, karya makeup Mike telah banyak terlibat dalam berbagai film box office. Ia juga pernah berguru pada legenda makeup artist Amerika, Dick Smith, seorang pelopor SFX (Special Effects) yang telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Oscar. Dick dikenal sebagai sosok di balik film-film seperti The Exorcist, The Hunger, dan The Sentinel.

Tak hanya itu, Mike juga mendirikan Prosthetic Renaissance, sebuah perusahaan desain efek makeup yang mampu menciptakan prostetik hiper-realistis untuk film, iklan, hingga kostum khusus. Tim Prosthetic Renaissance pula yang berada di balik rancangan makeup kostum cacing ikonik Heidi Klum saat pesta Halloween.

Editorial Team