Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tanaman bonsai
ilustrasi tanaman bonsai (unsplash.com/Crystal Raindrop)

Intinya sih...

  • Pahami bentuk dasar bonsai sebelum memangkas

  • Menggunakan alat pruning yang tajam dan bersih

  • Pangkas cabang yang tumbuh ke arah tidak seimbang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pruning atau pemangkasan menjadi tahap penting dalam merawat bonsai agar tampil proporsional. Tanpa pemangkasan yang tepat, cabang akan tumbuh liar dan merusak komposisi bentuk. Di sinilah peran pruning membantu menjaga karakter bonsai tetap kuat dan seimbang.

Proses pruning tidak bisa dilakukan asal potong. Setiap cabang memiliki peran dalam membentuk siluet keseluruhan tanaman. Berikut ini beberapa teknik pruning untuk tanaman bonsai agar bentuknya estetik, lebih hidup dan rapi.

1. Pahami bentuk dasar bonsai sebelum memangkas

ilustrasi tanaman bonsai (unsplash.com/Amat Salma)

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengenali gaya bonsai yang ingin dipertahankan. Setiap gaya memiliki arah cabang dan titik fokus yang berbeda. Pemahaman ini membantu menentukan bagian mana yang perlu dipangkas.

Dengan gambaran bentuk yang jelas, pemangkasan menjadi lebih terarah. Kamu bisa menghindari kesalahan memotong cabang utama yang justru penting. Hasilnya, struktur bonsai tetap harmonis dan enak dipandang.

2. Menggunakan alat pruning yang tajam dan bersih

ilustrasi alat pangkas tanaman (unsplash.com/JSB Co.)

Alat pemangkas berpengaruh besar pada kesehatan tanaman. Gunting yang tumpul dapat melukai jaringan cabang dan memperlambat penyembuhan. Alat yang bersih juga mencegah penyebaran penyakit.

Pastikan gunting bonsai selalu diasah dan dibersihkan sebelum digunakan. Potongan yang rapi membuat luka cepat kering. Tanaman pun bisa tumbuh kembali dengan lebih sehat.

3. Pangkas cabang yang tumbuh ke arah tidak seimbang

ilustrasi memangkas bonsai (unsplash.com/Getty Images)

Cabang yang tumbuh ke dalam, saling bersilangan, atau terlalu rapat perlu dikurangi. Cabang seperti ini mengganggu aliran udara dan cahaya. Selain itu, bentuk bonsai menjadi terlihat penuh dan berat di satu sisi.

Dengan menghilangkan cabang yang tidak perlu, struktur bonsai terlihat lebih rapi. Setiap bagian mendapatkan ruang untuk berkembang. Tampilan keseluruhan pun menjadi lebih proporsional.

4. Perhatikan waktu yang tepat untuk pruning

ilustrasi memangkas bonsai (unsplash.com/Getty Images)

Waktu pemangkasan berpengaruh pada respons pertumbuhan bonsai. Pruning sebaiknya dilakukan saat tanaman berada dalam fase aktif tumbuh. Pada kondisi ini, bonsai lebih cepat pulih dari luka potong.

Hindari pemangkasan berlebihan saat tanaman sedang lemah. Pruning yang tepat waktu membantu menjaga stamina bonsai. Pertumbuhan cabang baru pun menjadi lebih terkontrol.

5. Melakukan pruning secara bertahap dan sabar

ilustrasi tanaman bonsai (unsplash.com/Raelle Cameron)

Pemangkasan sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit. Terlalu banyak memotong dalam satu waktu dapat membuat tanaman stres. Pendekatan bertahap membantu bonsai beradaptasi dengan perubahan.

Dengan cara ini, kamu bisa mengevaluasi bentuk bonsai setelah setiap tahap pruning. Penyesuaian bisa dilakukan tanpa merusak komposisi. Proses ini membuat hasil akhir terlihat lebih matang.

Pruning untuk tanaman bonsai agar bentuknya estetik harus dilakukan dengan tepat. Setiap langkah perlu dilakukan dengan perencanaan, alat yang sesuai, dan kesabaran. Dengan perawatan yang teratur, bonsai akan menampilkan karakter indah yang terbentuk secara alami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team