Pernah gak kamu merasa seharian cuma ingin gulung-gulung di dalam selimut sambil scrolling media sosial sampai jempol pegal? Istilah kerennya sekarang adalah bed rotting, alias membiarkan diri "membusuk" di kasur demi melepas stres setelah minggu yang panjang. Fenomena ini makin sering dialami anak muda yang merasa butuh waktu buat shutdown total dari dunia luar yang berisik. Namun, terkadang orang jadi bingung sendiri, ini beneran rebahan bed rotting atau tanda depresi yang sedang menyamar, ya?
Jangan sampai kamu terjebak dalam rasa malas yang ternyata adalah sinyal bahaya dari kesehatan mental kamu sendiri. Kalau masalah ini didiamkan dan kamu gak tahu bedanya, bisa-bisa produktivitasmu hancur dan hubungan sosialmu ikut berantakan, lho. Apalagi di momen Mental Awareness Month ini, penting untuk kamu semakin peka sama kondisi psikologis diri sendiri. Yuk, pahami perbedaan antara sekadar recharge energi dengan kondisi medis yang butuh penanganan serius!
