Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Rekomendasi Buku tentang Slow Living, Genre Self-Improvement!
Buku-buku tentang slow living (tokopedia.com/Toko Buku Yanita) | (shopee.co.id/Gramedia Official Shop) | (gramedia.com)
  • Artikel membahas tren gaya hidup slow living yang menekankan kesadaran, keseimbangan, dan ketenangan dalam menjalani kehidupan modern yang serba cepat.
  • Terdapat tujuh rekomendasi buku bertema slow living dan self-improvement dari berbagai penulis, seperti Sabrina Ara, Disyarinda, Fumio Sasaki, hingga Haemin Sunim.
  • Setiap buku menawarkan panduan praktis untuk melambat, mengelola stres, serta menemukan makna hidup melalui kesederhanaan dan mindfulness.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Konsep slow living semakin diminati sebagai cara untuk kembali menemukan keseimbangan dan ketenangan. Gaya hidup ini mengajak kita untuk lebih sadar dalam menjalani hari, menikmati momen kecil, serta memprioritaskan hal-hal bermakna.

Salah satu inspirasi mengadaptasi hidup slow living cara adalah melalui buku-buku yang membahas filosofi hidup sederhana dan mindful. Jika konsep slow living menarik buat kamu, berikut beberapa rekomendasi buku tentang slow living yang layak untuk dibaca!

1. Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan - Sabrina Ara

Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan - Sabrina Ara (tokopedia.com/Toko Buku Yanita)

Slow Living, Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan adalah karya Sabrina Ara bergenre non-fiksi dengan sub-genre self-improvement, gaya hidup, dan motivasi. Buku yang diterbitkan pada tahun 2023 ini membahas cara menerapkan slow living untuk mengatasi burnout dan menikmati hidup dengan lebih sadar. Di dalamnya menekankan bahwa hidup bukanlah perlombaan, melainkan perjalanan yang harus dinikmati setiap momennya.

Ditulis untuk kamu yang merasa lelah dengan rutinitas, "grasa-grusu", dan kehabisan waktu akibat mengejar standar sukses masyarakat modern. Pesannya adalah melambat bukan berarti malas, melainkan bergerak lebih sadar dan sesuai ritme yang tepat, agar bisa hidup dengan damai.

2. Slow Steps - Disyarinda

Slow Steps – Disyarinda (shopee.co.id/Gramedia Official Shop)

Berikutnya, ada buku self improvement lainnya bertajuk Slow Steps — Menemukan Arah Baru di Tengah Hidup yang Terburu-buru karya Disyarinda, yang baru terbit pada bulan Maret 2026. Buku ini hadir untuk melawan budaya produktivitas berlebih yang menggerogoti kesehatan mental. Isinya berfokus pada strategi berbasis self-compassion untuk mencapai tujuan tanpa harus berubah drastis secara instan.

Membahas cara bangkit dari kegagalan, mengelola stres, dan menata ulang arti kebahagiaan dan keberhasilan. Buku ini direkomendasikan bagi kamu yang merasa lelah dengan tuntutan hidup, mudah merasa tertinggal, atau ingin hidup lebih tenang dan bermakna.

3. Good Bye, Things - Fumio Sasaki

Good Bye, Things – Fumio Sasaki (goodreads.com)

Goodbye, Things yang ditulis oleh Fumio Sasaki adalah buku self improvement dan memoar yang membahas gaya hidup minimalis. Buku yang terbit di tahun 2025 ini menceritakan pengalaman pribadi penulis yang melepaskan sebagian besar barang miliknya untuk menemukan kebahagiaan, ketenangan, dan rasa syukur.

Menurut penulis, mengurangi barang terbukti menghemat waktu, mempercepat pekerjaan rumah, mengurangi stres, serta menghemat energi. Penulis juga memberikan tips membuang barang, seperti membuang barang kembar, barang yang tak terpakai setahun, dan beralih ke digital. Ini menjadi bagian dari tren gaya hidup minimalis ala Jepang.

4. My Home: Myself - Aji Tri Prasetyo

My Home: Myself – Aji Tri Prasetyo (gramedia.com)

Rekomendasi buku tentang slow living selanjutnya, termasuk karya Aji Tri Prasetyo yang bertajuk My Home: My Self tahun 2024. Ia menulis tentang perjalanan pulang ke rumah paling hakiki: diri sendiri, yang sering ditinggalkan demi ekspektasi dan kebisingan dunia luar.

Termasuk buku self-improvement, My Home: My Self, menjelaskan bahwa kemana pun kita melangkah dan sesibuk apa pun kita untuk lari dari segala luka, kita tidak pernah bisa benar-benar melupakannya. Mungkin kita bisa bercerita, tapi lagi-lagi orang lain tidak akan bisa mengerti keadaan kita. Pada akhirnya, kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Sebab, yang tidak pernah pergi dan yang paling mengerti, ya hanya diri sendiri!

5. Slow Living Journal - Janeera Amba

Slow Living Journal - Janeera Amba (gramedia.com)

Slow Living Journal karya Janeera Amba adalah buku panduan praktis untuk merangkul kesederhanaan, mindfulness, dan koneksi mendalam dalam hidup. Terbit tahun 2024, buku ini mengajak kamu mengurangi kecepatan hidup, mengatasi stres, serta menikmati setiap momen untuk mencapai keseimbangan.

Slow Living Journal memberikan solusi saat kamu sedang menghadapi kesibukan padat agar tidak terus dalam mode "autopilot", serta mengajarkan cara hidup yang lebih sadar dan menghargai kesederhanaan. Buku ini juga berisi metode untuk memperlambat tempo hidup dan menemukan ketenangan di dunia yang serba cepat. Fokus pada manajemen stres seperti membahas kesehatan mental dan gaya hidup yang lebih sehat.

6. The Little Book Of Sloth Philosophy: Seni Hidup Santai - Jennifer McCartney

The Little Book Of Sloth Philosophy: Seni Hidup Santai - Jennifer McCartney (gramedia.com)

Selanjutnya, ada buku The Little Book of Sloth Philosophy karya Jennifer McCartney. Ini merupakan buku panduan self-help yang mengajak kamu hidup lebih santai, tenang, dan produktif. Hal ini mengambil filosofi hewan kukang (sloth) yang tidak terburu-buru, namun tetap bertahan hidup.

Buku yang diterbitkan pada tahun 2021 ini melawan budaya workaholic dan stres, mendorong istirahat, serta menikmati hidup dengan melambat di tengah dunia yang serba cepat. Buku ini juga memberikan pandangan bahwa santai bukan berarti malas, melainkan bekerja dengan lebih efisien dan tenang. Gaya penuisan yang lucu dan menghibur, menjadikannya bacaan santai yang menenangkan tentang slow living.

7. The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim

The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim (gramedia.com)

Terakhir, ada rekomendasi buku tentang slow living yang ditulis oleh Haemin Sunim berjudul The Things You Can See Only When You Slow Down, yang diterbitkan pada tahun 2020. Buku self-improvement ini mengajarkan pentingnya memperlambat tempo hidup di tengah dunia yang serba cepat. Haemin Sunim menekankan, bahwa ketika kita memperlambat diri, dunia pun akan ikut melambat, memungkinkan kita melihat keindahan dan makna yang terlewatkan saat terburu-buru.

Buku ini terdiri dari delapan bab yang membahas berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan dengan orang lain, cinta, pekerjaan, dan spiritualitas. Terdapat kumpulan esai pendek, kutipan bijak, dan ilustrasi berwarna yang menyejukkan hati di dalamnya.

Rekomendasi buku tentang slow living di atas ini membantu kamu menemukan keseimbangan, mengatasi stres, serta lebih menerima diri sendiri dan ketidaksempurnaan hidup. So, buku slow living mana yang menarik perhatianmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team