Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Rekomendasi Buku untuk Kamu yang Lagi Belajar Mencintai Diri Sendiri
Cover buku “Good Vibes, Good Life” & “Filosofi Teras” (kolase foto via Amazon & Goodreads)

Mencintai diri sendiri bukan berarti egois atau selalu merasa paling benar. Justru, self-love adalah proses panjang untuk menerima kekurangan, memahami emosi, dan belajar memperlakukan diri dengan lebih lembut. Banyak orang baru sadar pentingnya hal ini setelah merasa lelah menyenangkan orang lain atau terlalu keras pada diri sendiri.

Untungnya, ada banyak buku yang bisa membantu kamu memahami arti self-love dengan cara yang hangat dan relatable. Berikut lima rekomendasi buku yang cocok untuk kamu yang sedang belajar mencintai diri sendiri.

1. “The Gifts of Imperfection” by Brené Brown

Cover buku “The Gifts of Imperfection” (foto via Amazon)

Buku ini membahas tentang bagaimana banyak orang hidup dengan rasa takut dianggap tidak cukup baik. Brené Brown mengajak pembaca memahami bahwa ketidaksempurnaan bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Justru, dari situlah seseorang bisa tumbuh menjadi lebih jujur terhadap dirinya sendiri.

Isi bukunya terasa hangat karena ditulis berdasarkan pengalaman manusia sehari-hari. Kamu akan diajak memahami rasa malu, insecure, dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Penjelasannya sederhana, tetapi sangat mengena terutama untuk orang yang sering merasa kurang percaya diri.

Yang menarik, buku ini tidak mengajarkan self-love dengan cara yang terlalu manis atau penuh motivasi kosong. Sebaliknya, buku ini membantu kamu belajar menerima diri secara realistis. Pelan-pelan kamu akan sadar bahwa menjadi manusia biasa saja sebenarnya sudah cukup berharga.

2. “You Can Heal Your Life” by Louise Hay

Cover buku “You Can Heal Your Life” (foto via Amazon)

Buku klasik ini membahas hubungan antara pikiran, luka batin, dan kehidupan sehari-hari. Louise Hay percaya bahwa banyak rasa sakit emosional muncul karena seseorang terlalu lama menyalahkan dirinya sendiri atau menyimpan emosi negatif.

Buku ini cocok untuk kamu yang sedang mencoba bangkit dari rasa kecewa, kehilangan, atau kebiasaan overthinking. Pesannya sederhana: kamu layak dicintai, termasuk oleh dirimu sendiri. Kadang proses penyembuhan memang dimulai dari cara kamu berbicara kepada diri sendiri.

3. “Good Vibes, Good Life” by Vex King

Cover buku “Good Vibes, Good Life” (foto via Amazon)

Dalam buku ini, Vex King membahas bagaimana cara membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Ia banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya menghadapi kesulitan, rasa rendah diri, dan proses menemukan ketenangan batin. Dari situ, pembaca diajak memahami bahwa self-love dimulai dari cara seseorang memandang dirinya setiap hari.

Yang membuat buku ini menarik adalah pendekatannya yang terasa hangat dan penuh motivasi tanpa terdengar menggurui. Kamu akan diajak belajar memaafkan diri sendiri, lebih menghargai proses hidup, dan memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari validasi orang lain. Sedikit demi sedikit, buku ini membantu pembaca membangun rasa percaya diri yang lebih sehat.

4. “Filosofi Teras” by Henry Manampiring

Cover buku “Filosofi Teras” (foto via Goodreads)

Kalau kamu mencari buku self-love dengan pendekatan yang lebih logis dan membumi, buku ini bisa jadi pilihan menarik. Henry Manampiring memperkenalkan filosofi Stoikisme dengan bahasa yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Buku ini membantu pembaca memahami bahwa tidak semua hal bisa dikontrol. Banyak rasa cemas muncul karena kita terlalu fokus pada hal-hal di luar kendali. Dari situ, kamu akan belajar lebih tenang menghadapi masalah dan tidak terlalu keras pada diri sendiri.

Yang membuat buku ini menarik adalah contoh-contohnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Pembahasannya tidak terasa berat meski membawa tema filsafat. Setelah membacanya, banyak orang merasa lebih bisa menerima hidup tanpa terus menyalahkan diri sendiri.

5. “101 Essays That Will Change The Way You Think” by Brianna Wiest

Cover buku “101 Essays That Will Change The Way You Think” (foto via Amazon)

Buku ini berisi kumpulan tulisan pendek tentang kehidupan, emosi, hubungan, dan cara memahami diri sendiri. Setiap esainya terasa seperti percakapan yang dalam, terutama untuk orang-orang yang sering overthinking dan mempertanyakan banyak hal dalam hidup.

Salah satu hal paling menarik dari buku ini adalah caranya membahas healing tanpa terdengar menggurui. Buku ini membantu kamu memahami bahwa self-love bukan tentang selalu bahagia, tetapi tentang tetap menghargai diri sendiri bahkan saat sedang berada di titik terendah.

Lewat buku-buku di atas, kamu bisa mulai memahami bahwa merawat diri bukan sesuatu yang memalukan. Kadang, satu buku yang tepat bisa membantu seseorang melihat hidup dengan sudut pandang yang jauh lebih baik.

Editorial Team