ilustrasi seorang jamaah sedang salat witir (unsplash.com/Aldin Nasrun)
Witir secara bahasa memiliki arti “jumlah ganjil”. Berbeda dengan ibadah salat sunnah lainnya, salat witir memiliki jumlah rakaat yang ganjil. Kenapa harus ganjil? Karena Allah SWT itu Maha Esa (Tunggal) dan menyukai bilangan ganjil termasuk dalam rakaat salat witir. Kebanyakan orang melaksanakannya sebanyak 3 rakaat yang dibagi menjadi dua rakaat pertama dan satu rakaat terakhir, tetapi kamu juga bisa mengerjakan salat witir sebanyak 5, 7, 9, dan jumlah bilangan ganjil lainnya.
Salat witir biasanya dikerjakan setelah salat isya dan menjadi salat penutup malam. Namun, waktu salat witir yang paling utama justru di sepertiga malam terakhir, karena di waktu paling mustajab untuk berdoa. Dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, ia menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ.
“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.” (HR. at-Tirmidzi)
Salat sunnah memang gak wajib untuk dikerjakan. Namun, jangan salah, pahala yang didapat dari salat sunnah gak main-main lho besarnya. Apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang, menjadi kesempatan buat kita semua untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.