Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sambut Idul Fitri, Inilah Filosofi Makna Tradisi Memakai Baju Baru!
Potret Ilustrasi Mengenakan Pakaian Baru di Hari Raya (instagram.com/geulis.id)

Umat muslim di Indonesia disibukkan dengan persiapan Idul Fitri menjelang berakhirnya Bulan Ramadan. Di antaranya dengan mempersiapkan camilan untuk hidangan Hari Raya, pulang ke kampung halaman, hingga membeli baju baru untuk keluarga.

Memakai baju baru pun sudah menjadi budaya khas Lebaran di Indonesia. Diketahui, sejak abad ke-20 kebiasaan tersebut mulai berkembang di tanah air. Penasaran bagaimana awal mulanya? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. Perintah Nabi Muhammad SAW

Ilustrasi Lebaran. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dilansir situs resmi Nahdlatul Ulama, terdapat hadis yang meminta umat Islam untuk memakai baju baru di Hari Raya. Berikut isi perintah tersebut:

"Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan.” (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim).

Berdasarkan hal tersebut, bagi muslim dan muslimah menggunakan baju yang bagus saat Lebaran adalah perilaku terpuji. Tentunya, termasuk bentuk amalan yang spesial juga karena hanya dirayakan satu sekali setiap tahun.

2. Jenis pakaian yang sebaiknya digunakan di Hari Raya

ilustrasi belanja baju lebaran (pexels.com/MART PRODUCTION)

Dilansir situs Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam Khutbah Hari Raya 2022 oleh Dr. H. M Ishom El-Saha, MA selaku Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, diceritakan bahwa pernah ada seorang sahabat yang menghadiahi Nabi Muhammad SAW jubah baru berbahan sutra untuk salat Idul Fitri dan Rasulullah menolaknya.

Pakaian tersebut ditolak karena dinilai terlalu berlebihan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, penggunaan baju baru untuk Lebaran memang disunahkan. Namun dianjurkan untuk tidak terlalu mencolok hingga membuat kesenjangan sosial antar umat muslim di hari Lebaran terlihat.

3. Budaya membeli pakaian khusus saat Lebaran di negara lainnya

Potret Ilustrasi Pakaian Tradisional Keluarga di Malaysia (instagram.com/w4w4_zainal)

Sebagai kepercayaan yang sudah mendunia, tentunya di negara lain terdapat kebiasaan yang sama dalam mengamalkan perintah agama Islam. Gak terkecuali di negara tetangga yang paling dekat dengan Indonesia.

Dilansir Holidify, salah satu negara yang memiliki tradisi menggunakan baju baru saat Hari Raya adalah Malaysia. Lebih spesifiknya, di negara tersebut bila menggunakan pakaian tradisional terbaik merupakan suatu budaya yang telah melekat.

Busana konservatif khas Negeri Jiran yaitu 'Baju Kurung' untuk perempuan dan 'Baju Melayu' untuk laki-laki. Para turis yang sedang menetap di Malaysia pada hari Idul Fitri pula juga diperintahkan agar berpakaian sopan layaknya warga lokal.

4. Permulaan tradisi memakai baju baru saat Idul Fitri di Indonesia

ilustrasi suasana Lebaran (Pexels.com/RODNAE Productions)

Dikutip Buku Sejarah Nasional Indonesia karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, dijelaskan bahwa sejak tahun 1596, muslim di Kerajaan Banten mayoritas mempersiapkan baju terbaik untuk Idul Fitri. Rakyat umumnya menjahit busana mereka sendiri, karena hanya kaum bangsawan yang mampu membeli busana baru

Dari catatan tersebut, diketahui bahwa pada abad ke-16 kebiasaan ini sudah mulai berkembang di Indonesia. Baik masyarakat ataupun pimpinan pada masa tersebut menerapkan sunnah ini dengan cara mereka tersendiri.

Dikutip dari pernyataan Snouck Hurgronje yaitu Penasihat Urusan Pribumi untuk Pemerintah Kolonial pada Buku Islam Hindia Belanda, dirinya teringat akan perayaan tahun baru di benua Eropa ketika melihat budaya masyarakat Indonesia bertamu dengan mengenakan pakaian baru saat Lebaran.

Berdasarkan sumber tersebut, diketahui tradisi ini tetap terlaksana di zaman kolonial Belanda. Bahkan, hingga sekarang kebiasaan membeli sandang baru masih melekat di Indonesia menjelang Hari Raya.

5. Hikmah menggunakan baju baru saat Idul Fitri

Memakai busana terbaik saat Lebaran adalah bentuk perwujudan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Dengan pakaian yang 'spesial', perayaan Hari Raya diagungkan oleh umat muslim.

Baju baru yang khas tanpa noda atau kotoran sedikitpun dapat menjadi simbol keberhasilan dalam melewati Ramadan dengan penuh ketakwaan, tanpa disertai perilaku tercela. Perlu diingat, tradisi ini dilakukan sesuai kemampuan saja dan tidak perlu memaksakan diri.

Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat muslim bersabda, "Sungguh Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, melainkan melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim). Jadi, kalau memang belum mampu membeli baju baru di Lebaran tahun ini, bisa kamu lakukan di tahun depan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team