Self reward biasanya identik dengan kegiatan belanja, checkout keranjang, atau memanjakan diri lewat barang baru. Padahal, gak semua bentuk penghargaan diri harus berakhir dengan pengeluaran impulsif yang bikin dompet menjerit. Banyak orang butuh self reward bukan karena ingin mempunyai barang baru, tapi karena ingin merasa dihargai. Kalau caranya cuma lewat belanja impulsif, rasa senang itu biasanya bertahan sebentar saja.
Setelahnya, pasti muncul rasa bersalah, penyesalan atau stres keuangan yang makin numpuk. Nah, di sinilah pentingnya mengenal bentuk self reward yang sehat dan berdampak jangka panjang. Self reward sehat gak hanya soal barang mahal atau mewah, tapi lebih kepada cara memberi jeda dan makna pada diri sendiri. Berikut ini lima self reward sehat yang gak berujung dengan belanja impulsif.
