"Buat apa kamu (Elmi) pergi ke rumah ibadah membaca Kitab Suci, tetapi tidak pernah mengerti maksud dan kemauan Tuhan"
Nasihat tersebut disampaikan seorang ibu pada anaknya yang kehilangan dua kaki karena kecelakaan. Anak itu—Elmi—tidak tahu masa depannya akan seperti apa. Namun, ia percaya bahwa semua ini adalah rancangan dari Tuhan.
Mimpi mulia yang Elmi tulis pada 2019 silam di catatan hariannya berhasil menjadi kenyataan. Mulanya ia ingin membentuk sebuah organisasi yang mewadahi para difabel di Sumba. Seiring waktu, harapan itu perlahan terwujud di Kupang.
