Cuplikan drama Record of Youth (dok. tvN)
Penulis bernama Kendra Cherry, dikutip Very Well Mind, menjelaskan bahwa sejatinya toxic positivity ini berpusat pada keyakinan hidup yang positif dalam situasi apa pun. Namun, obsesi berpikir positif ini justru bisa melukai orang yang dalam masa sulit.
Toxic positivity ini terjadi ketika kamu ingin menyemangati orang lain, namun terkesan tidak peduli terhadap kondisi atau perasaan karena memaksa mereka untuk berpikir positif. Ungkapan-ungkapan di bawah ini bisa disebut toxic positivity.
"Bersyukur saja, masih ada yang lebih menderita daripada kamu."
"Jangan menangis, kamu harus kuat!"
"Ini masih mending, ada yang lebih parah dari kamu kok!"
Menurut sosok yang juga konsultan pendidikan tersebut, memberikan kata-kata positif pada orang-orang yang kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang yang dicintai itu, terkesan kejam.
"Fokuslah untuk mendengarkan mereka dan tunjukkan dukunganmu. Ketika seseorang berusaha untuk mengekspresikan emosi mereka, jangan melemahkan mereka dengan perkataanmu yang terkesan menyemangati. Biarkan saja mereka merasakan emosi tersebut dan menyadari kalau kamu selalu ada di sisinya untuk mendengar," ujar Kendra Cherry.