Mengisi bulan Ramadan bagi Sinar Mas identik dengan upaya berbagi, yang bentuknya berupa mewakafkan mushaf Alquran kepada masyarakat sekitar. Wakaf menjadi pilihan karena Sinar Mas melalui Yayasan Muslim Sinar Mas melihat masih dibutuhkan upaya bersama untuk memperluas akses masyarakat terhadap kitab suci Alquran.
Dukung Perluasan Akses Umat ke Alquran, Sinar Mas Gelar Wakaf

1. Komitmen jangka panjang untuk literasi keimanan
Seperti dipaparkan Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas, Saleh Husin, saat bertemu dengan para pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026, bahwa program ini adalah komitmen jangka panjang yayasan dalam mendukung peningkatan literasi keimanan umat.
"Wakaf kami harapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap Alquran, termasuk mendukung aktivitas umat bertadarus di bulan Ramadan. Namun kami juga mengajak agar dalam memaknai isi yang terkandung di dalamnya, kita merujuk pula tafsir para ulama yang kompeten," kata Saleh Husin selepas berwakaf di sana. Selain memenuhi ketersediaan Alquran, program yang didukung oleh APP Group ini memang diniatkan membantu umat Islam semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan isinya.
2. Kolaborasi luas dengan berbagai mitra
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan kolaborasi luas antara yayasan dengan para mitra yang berasal dari sejumlah organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, kementerian, kesatuan TNI dan juga Polri, media massa, serta para tokoh yang memiliki kepedulian serupa. Pada bulan Ramadan tahun ini, beberapa kolaborasi berlangsung menggandeng Pesantren Al-Nadlah Depok, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Kementerian Luar Negeri, Komando Armada Republik Indonesia TNI AL, serta Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, juga Dewan Masjid Indonesia.
Sementara melalui sosok perorangan, wakaf sempat diberikan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar tahun 2015-2020, M. Basri Sidehabi, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Venezuela tahun 2016-2020, Mochammad Luthfie Witto'eng.
3. Dukungan APP Group dan capaian 1,4 juta mushaf
Sepanjang pelaksanaanya wakaf tidak pernah lepas dari dukungan APP Group mengingat kertas yang digunakan sebagai bahan dasar pencetakan seluruh mushaf adalah buah karya PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill, yakni kertas premium Sinar Tech atau lebih dikenal sebagai Quran Paper (QPP). Dalam perjalanannya, sejumlah pilar usaha maupun perusahaan lain yang terafiliasi dengan Sinar Mas juga turut ambil bagian melakukan wakaf. Sehingga sedari 2008 hingga kini, tidak kurang dari 1,4 juta mushaf telah tersalurkan ke berbagai wilayah di penjuru Nusantara, termasuk hingga ke pulau-pulau terluar dan terdepan.
"Sebagai wakil sektor industri, kami bersyukur dapat melakukan inisiatif sosial keagamaan dengan menggunakan produk buatan kami sendiri," kata Ketua Harian YMSM, Irsyal Yasman atas penggunaan QPP guna mencetak seluruh mushaf yang diwakafkan. Dirinya berkeyakinan bila keberadaan mushaf tercetak belum tergantikan oleh bentuk lainnya, khususnya di lembaga pendidikan dan sarana peribadatan.
4. Menjawab kebutuhan Alquran yang tinggi
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Kementerian Agama menyatakan kebutuhan Alquran umat per tahunnya di Indonesia mencapai hingga dua juta mushaf. Sedangkan kemampuan percetakan memenuhinya baru sebanyak 400 ribu mushaf. Akibatnya, kerap terjadi sarana peribadatan maupun lembaga pendidikan masih menggunakan kitab yang kondisinya sudah rusak. Dampak susulannya, lebih dari 72 persen umat muslim di Nusantara belum mampu membaca Alquran. Melalui wakaf, yayasan mencoba berkontribusi menjembatani tingginya kebutuhan umat tadi.
"Dengan adanya wakaf, para santri dan pelajar memiliki akses terhadap mushaf yang lebih layak, sehingga proses membaca, mempelajari kemudian mengamalkan makna di dalamnya dapat berlangsung dengan lebih baik," ucap Ketua YMSM, Yan Partawidjaja.
Keberadaan YMSM sendiri diniatkan agar di lingkup Sinar Mas dapat menjadi wadah praktik keislaman yang terbuka, toleran, setara, dan penuh kasih, sementara ke luar melakukan silaturahim serta kerja sama dengan sosok maupun lembaga yang memiliki visi serupa. (WEB/AD)