Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sisi Pahit Hidup di Kota Besar, Gak Semua Orang Bisa Bertahan
ilustrasi keramaian (pexels.com/Kaique Rocha)

Tidak dapat dimungkiri bahwa kota besar masih saja memberikan harapan tinggi bagi mereka yang ingin mengubah nasib. Pasalnya, kota besar dipandang selalu menyediakan berbagai peluang pekerjaan bagi siapa saja yang membutuhkan. Oleh sebab itu, bukan hal yang mengherankan bila sepanjang tahun, ada saja orang yang berusaha pindah ke kota besar demi mengejar impian.

Sayangnya, realita tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Rencana untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak ternyata menemui banyak jalan terjal, malah beberapa kali sempat menimbulkan keinginan untuk menyerah. Kalau kamu juga ingin tinggal di kota besar demi mewujudkan cita-cita, pahami beberapa sisi pahit hidup di kota besar yang tidak semua orang sanggup menghadapinya berikut ini, ya!

1. Ketimpangan perekonomian terlihat sangat nyata

ilustrasi orang yang kelaparan (pexels.com/Timur Weber)

Banyak orang mengira bahwa mencari kerja di kota besar sudah tentu membawa kesuksesan. Bagaimana tidak, ada berbagai pilihan lapangan kerja dan perputaran uang terjadi secara lancar. Kalau mau memberanikan diri mengubah nasib di sana, tentu akan membuahkan hasil yang menggembirakan.

Sayangnya, pemikiran semacam itu biasanya terlalu polos. Pasalnya, situasi yang ditemui di lapangan kerap menyesakkan hati. Ketimpangan ekonomi terlihat sangat nyata, di mana orang-orang bisa berstatus terlalu miskin atau terlalu kaya. Sedihnya lagi, mereka yang nasibnya kurang beruntung ini pun sulit untuk memperbaiki keadaan karena rata-rata tidak memiliki latar belakang pendidikan yang baik, sehingga tidak tahu jalan apa yang harus ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan hidup mereka.

2. Kamu harus benar-benar bekerja keras agar bisa hidup

ilustrasi seseorang yang stres menghadapi pekerjaan (pexels.com/Vitaly Gariev)

Bekerja di kota besar menyuguhkan level tantangan yang jauh lebih tinggi daripada bekerja di kota kecil. Faktor ketatnya persaingan menjadikan standar yang dimiliki seseorang agar kemampuannya bisa diperhitungkan semakin meningkat. Mereka yang tidak mampu bersaing sudah bisa dipastikan bakal menjalani kehidupan yang sangat sulit dan serba terbatas.

Oleh sebab itu, bila kamu memang ingin mengadu nasib ke kota besar, pastikan telah membekali diri dengan ilmu dan semangat juang yang luar biasa tinggi. Lawan terberatmu adalah diri sendiri karena dialah yang harus terus ditempa setiap waktu. Jangan sampai malas, apalagi mudah menyerah, karena lengah sedikit saja, masa depanmu yang jadi taruhannya.

3. Mayoritas orang hanya peduli pada urusannya sendiri

ilustrasi suasana keramaian (pexels.com/Dex Planet)

Manusia memang sejatinya makhluk sosial yang akan selalu butuh peran manusia lain untuk menjalani hidup yang baik. Kendati begitu, hal seperti ini lebih jarang terlihat saat kamu tinggal di kota besar. Pasalnya, hampir setiap orang menjalani hari-hari yang sibuk. Bagi mereka, waktu adalah uang, sehingga mereka berusaha sedemikian rupa agar tidak melewatkan setiap detik yang dimiliki tanpa menghasilkan sesuatu yang menguntungkan.

Gaya hidup seperti ini kerap berdampak pada rasa kepedulian. Mengingat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing, kamu akan sedikit kesulitan saat meminta bantuan orang lain. Jika kamu tidak benar-benar melatih diri agar menjadi pribadi yang mandiri, besar kemungkinan kamu sendiri yang nantinya akan kerepotan.

Kota besar memang bisa memberikan kesempatan dan harapan untuk menjadikan masa depan lebih terjamin. Meski begitu, pahami sisi pahit hidup di kota besar. Di sana, kamu perlu berjuang mati-matian terlebih dahulu karena menjalani hidup di sana tidak akan semudah yang dibayangkan. Kalau niatmu sudah kuat, barengi dengan usaha yang tidak kalah hebat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team