Di tengah maraknya budaya kerja serba cepat, banyak orang merasa harus selalu berlari agar tidak tertinggal. Hustle culture sering digambarkan sebagai jalan menuju sukses: kerja lembur, target ambisius, dan ritme hidup yang padat. Namun, tidak semua orang tumbuh dan berkembang dengan pola seperti itu. Ada individu yang justru merasa tertekan, kehilangan arah, bahkan kelelahan secara mental ketika dipaksa mengikuti tempo yang terlalu cepat.
Slow career hadir sebagai pendekatan yang lebih sadar dan berjangka panjang. Konsep ini menekankan proses, keberlanjutan, dan keseimbangan hidup tanpa mengorbankan makna bekerja itu sendiri. Jika kamu sering merasa "berbeda" di tengah budaya kerja yang serba ngebut, bisa jadi slow career bukan tanda kemunduran, melainkan pilihan yang paling sesuai dengan ritme hidupmu. Simak tanda-tandanya berikut ini, yuk!
